- Pastikan seluruh pintu, jendela, gudang, dan garasi terkunci sebelum meninggalkan rumah.
- Simpan barang berharga dengan aman dan jangan meninggalkan kunci cadangan di luar rumah.
- Buat rumah tetap terlihat dihuni dengan mengatur lampu, meminta bantuan tetangga, dan memasang alarm.
Jakarta: Saat hendak meninggalkan rumah, keamanan hunian perlu diperiksa agar terhindar dari pencurian. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan memastikan pintu dan jendela terkunci, menyimpan barang berharga, serta mengamankan ruang disekitar hunian.
Keamanan rumah perlu dijaga agar hunian dan barang di dalamnya tetap aman ketika ditinggalkan pergi dalam jangka waktu tertentu. Langkahnya meliputi pemeriksaan akses masuk, menyembunyikan barang berharga, mengamankan kunci cadangan, hingga membuat rumah tetap terlihat seperti sedang dihuni.
Selain mengamankan bangunan dan barang, langkah ini juga dapat mengurangi tanda-tanda bahwa rumah sedang kosong sehingga meminimalisir risiko pencurian. Berikut ini tips agar rumah tetap aman saat ditinggal pergi:
Pada pintu utama gunakan kombinasi kunci dan grendel pintu pengaman, lalu pada jendela dapat dilengkapi pengunci agar tetap tertutup saat rumah ditinggalkan.
Model pengamanan serupa juga bisa diterapkan pada pintu samping, garasi, dan gudang dengan menyesuaikannya pada bentuk serta kondisi kusen.
Lemari dengan pintu tertutup bisa dimanfaatkan untuk menyimpan kunci penting, dokumen penting, dan barang berharga lainnya agar tidak terlihat dari luar. Hindari meletakkan barang di dekat pintu, halaman, atau teras yang mudah terlihat.
Untuk perhiasan atau elektronik yang bernilai tinggi gunakan brankas dan simpan di area privat.
Tempatkan kunci di area penyimpanan yang berada di dalam hunian dan tidak mudah terlihat. Penempatan seperti ini membuat bagian depan rumah tetap rapi sekaligus menghindari kunci berada di lokasi persembunyian yang umum diketahui.
Rumah yang ditinggal bepergian bisa tetap terlihat berpenghuni dengan meminta bantuan keluarga atau tetangga yang dipercaya. Misalnya, meminta untuk menyiram tanaman, membersihkan halaman, atau memarkir kendaraan di depan rumah.
Hindari membagikan foto perjalanan di media sosial sebelum kembali ke rumah, karena bisa memberi petunjuk bahwa rumah sedang ditinggalkan.
Lampu di beberapa ruangan dapat dipasangkan dengan saklar pengatur waktu sehingga menyala dan mati otomatis pada malam hari. Radio juga bisa diatur dengan perangkat serupa untuk memberikan kesan rumah tetap digunakan.
Alarm, CCTV, dan lampu keamanan bisa ditempatkan pada bagian rumah yang membutuhkan pengawasan, terutama area akses masuk. Gunakan perangkat pintar seperti alarm sensor atau CCTV yang dilengkapi sensor gerak dan terhubung ke ponsel untuk memberikan peringatan.
Pastikan pintu samping, gudang, dan garasi terkunci, jika punya sepeda sebaiknya dikunci menggunakan pengait yang dipasang dengan baut pada lantai atau dinding, agar sepeda tetap berada di tempatnya selama rumah ditinggalkan.
Menjaga keamanan hunian sebelum bepergian sangat penting untuk meminimalisir risiko kejahatan dan memberikan ketenangan selama meninggalkan rumah. (Syarifah Komalasari)
(PRI)
Keamanan rumah perlu dijaga agar hunian dan barang di dalamnya tetap aman ketika ditinggalkan pergi dalam jangka waktu tertentu. Langkahnya meliputi pemeriksaan akses masuk, menyembunyikan barang berharga, mengamankan kunci cadangan, hingga membuat rumah tetap terlihat seperti sedang dihuni.
Selain mengamankan bangunan dan barang, langkah ini juga dapat mengurangi tanda-tanda bahwa rumah sedang kosong sehingga meminimalisir risiko pencurian. Berikut ini tips agar rumah tetap aman saat ditinggal pergi:
1. Periksa semua pintu dan jendela sebelum pergi
Pada pintu utama gunakan kombinasi kunci dan grendel pintu pengaman, lalu pada jendela dapat dilengkapi pengunci agar tetap tertutup saat rumah ditinggalkan.
Model pengamanan serupa juga bisa diterapkan pada pintu samping, garasi, dan gudang dengan menyesuaikannya pada bentuk serta kondisi kusen.
2. Simpan barang berharga dengan baik
Lemari dengan pintu tertutup bisa dimanfaatkan untuk menyimpan kunci penting, dokumen penting, dan barang berharga lainnya agar tidak terlihat dari luar. Hindari meletakkan barang di dekat pintu, halaman, atau teras yang mudah terlihat.
Untuk perhiasan atau elektronik yang bernilai tinggi gunakan brankas dan simpan di area privat.
Baca Juga :
7 Cara Bikin Kamar Lebih Dingin Tanpa AC
3. Jangan tinggalkan kunci cadangan di luar rumah
Tempatkan kunci di area penyimpanan yang berada di dalam hunian dan tidak mudah terlihat. Penempatan seperti ini membuat bagian depan rumah tetap rapi sekaligus menghindari kunci berada di lokasi persembunyian yang umum diketahui.
4. Buat rumah tetap terlihat dihuni
Rumah yang ditinggal bepergian bisa tetap terlihat berpenghuni dengan meminta bantuan keluarga atau tetangga yang dipercaya. Misalnya, meminta untuk menyiram tanaman, membersihkan halaman, atau memarkir kendaraan di depan rumah.
5. Jangan memberitahu rumah sedang kosong
Hindari membagikan foto perjalanan di media sosial sebelum kembali ke rumah, karena bisa memberi petunjuk bahwa rumah sedang ditinggalkan.
6. Atur lampu agar rumah tidak terlihat kosong
Lampu di beberapa ruangan dapat dipasangkan dengan saklar pengatur waktu sehingga menyala dan mati otomatis pada malam hari. Radio juga bisa diatur dengan perangkat serupa untuk memberikan kesan rumah tetap digunakan.
7. Gunakan alarm dan perangkat keamanan rumah
Alarm, CCTV, dan lampu keamanan bisa ditempatkan pada bagian rumah yang membutuhkan pengawasan, terutama area akses masuk. Gunakan perangkat pintar seperti alarm sensor atau CCTV yang dilengkapi sensor gerak dan terhubung ke ponsel untuk memberikan peringatan.
8. Perhatikan area gudang dan garasi
Pastikan pintu samping, gudang, dan garasi terkunci, jika punya sepeda sebaiknya dikunci menggunakan pengait yang dipasang dengan baut pada lantai atau dinding, agar sepeda tetap berada di tempatnya selama rumah ditinggalkan.
Menjaga keamanan hunian sebelum bepergian sangat penting untuk meminimalisir risiko kejahatan dan memberikan ketenangan selama meninggalkan rumah. (Syarifah Komalasari)
(PRI)