Replika Rumah Joglo (kiri) dan Rumah Kandang (kanan), rumah khas masyarakat Betawi, di UP , yang menjadi replika Perkampungan Budaya Betawi di Jagakarsa, Medcom.id - Ririn
Replika Rumah Joglo (kiri) dan Rumah Kandang (kanan), rumah khas masyarakat Betawi, di UP , yang menjadi replika Perkampungan Budaya Betawi di Jagakarsa, Medcom.id - Ririn

Melestarikan Ornamen Betawi di Rumah Anda

Properti Dekorasi Rumah
Laela Badriyah • 14 Februari 2019 14:35
Jakarta: Setiap rumah tradisional tentu memiliki ciri khas tersendiri. Untuk melestarikan kekhasan itu, Anda tidak perlu mengaplikasikan semua item dalam rumah.
 
Salah satu rumah yang khas yang cukup dikenal yaitu rumah Betawi. Berbagai ornamen dan furnitur dapat dicontek untuk rumah Anda.
 
Anda tidak perlu mengganti seluruh rumah Anda dengan kayu atau papan. Karena memang, rumah Betawi kentara dengan penggunaan bahan kayu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Apa Nama Tipe Rumah Si Doel dalam Tradisi Betawi?
 
Anda cukup menambahkan beberapa ornamen dan fitur untuk menghadirkan ciri khas Betawi pada rumah. Setelah berkunjung ke Unit Pengelolaan Perkampungan Budaya Betawi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Medcom.id merekomendasikan beberapa ornamen dan furnitur bagi Anda yang ingin menghadirkan budaya Betawi di rumah.
 
1. Langkan

(Langkan, papan yang disusun menjadi penghias pada pagar rumah khas Betawi, Medcom.id - Ririn)
 
Bila Anda melihat rumah khas Betawi, susunan beberapa papan menghias pendopo. Susunan itu disebut langkan.
 
Bentuknya unik dan berbahan kayu. Posisinya menjadi pagar pembatas antara rumah dengan halaman.
 
2. Pendopo atau teras

(Replika Rumah Kebaya, rumah khas Betawi, dengan area teras yang cukup luas, Medcom.id - Ririn)
 
Bagian depan rumah yaitu pendopo atau teras. Area pendopo cukup luas. Anda dapat menggunakannya sebagai area untuk menyambut tamu.
 
Anda dapat meletakkan satu set meja kursi di area pendopo. Biasanya, orang Betawi meletakkan sebuah meja bundar yang dikelilingi empat kursi berbahan kayu di area tersebut.
 
"Teras ini melambangkan warga Betawi yang terbuka dan mudah bergaul dengan siapa saja, entah itu dari etnis, agama, ras, yang berbeda," kata Kepala UP Perkampungan Budaya Betawi di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rofiqoh Mustafa, saat Medcom.id bertandang.
 
3. Lampu gantung

(Lampu Demang, diletakkan bergantung di beranda rumah khas Betawi, Medcom.id - Ririn)
 
Banyak jenis lampu yang digunakan untuk menghias area pendopo. Sebagian besar, lampu digantung di tengah-tengah bandara.
 
Ada lampu demang, lampu blander, dan lampu templok. Anda bisa menemukan lampu-lampu klasik itu di pasaran. Pilihan lampu disesuaikan dengan selera masing-masing.
 
Pilih lampu dengan tali berupa tembaga, minimal warnanya menyerupai tembaga. Pastikan lampu memiliki bagian yang memancarkan sinar lengkap dengan tudung di bagian atas.
 
4. Pintu, ventilasi, dan jendela

(Detail pintu dan ventilasi pada bagian depan rumah khas Betawi, Medcom.id - Ririn)
 
Rata-rata, pintu di bagian depan rumah Betawi terdiri dari dua daun yang berbahan papan. Di bagian atas pintu, terdapat ventilasi juga berbahan papan.
 
Letakkan pintu di tengah-tengah rumah. Sementara di sisi kiri dan kanannya terdapat jendela yang bila dibuka, mengarah ke satu sisi.
 
Daun pintu dan jendela berupa rangka kayu yang disusun miring serta jalusi horizontal. Jalusi merupakan lubang udara yang berada di tengah-tengah susunan rangka kayu. Udara pun lebih mudah berganti di dalam rumah.
 
Ventilasi dipasang di atas papan dan jendela. Tujuannya, sirkulasi udara dapat terjaga dengan baik. Jadi, rumah pun terasa lebih segar.
 
5. Atap

(Detail gigi balang pada lasplang atau pinggir atap di Rumah Betawi, Medcom.id - Ririn)
 
Ada atap yang berbentuk pelana dengan limpasan air pada bagian depan. Rumah dengan atap tersebut disebut Rumah Kebaya. Konon, bila dilihat dari samping, atapnya berbentuk lipatan kebaya.
 
Atap berbentuk limas merupakan ciri khas Rumah Joglo. Bentuknya dipengaruhi atap rumah Jawa. Lalu ada juga atap berbentuk pelana tapi limpasan air di bagian samping. Atap ini digunakan pada Rumah Kandang dan Rumah Pesisir.
 
Tiap rumah memiliki hiasan pada pinggir atapnya atau disebut lisplang. Biasanya masyarakat Betawi menggunakan hiasan berornamen gigi balang pada lisplang.
 
"Ornamen itu memiliki makna bagi masyarakat Betawi. Yaitu melambangkan masyarakat Betawi yang jujur, rajin, dan ulet," ungkap Rofiqoh.
 
6. Warna
Beberapa rumah Betawi identik dengan warna-warna yang cerah. Seperti kuning dan hijau yang mendominasi rumah Betawi dalam serial Si Doel Anak Sekolahan. Apakah Anda masih ingat dengan serial tersebut?
 
Atau, Anda juga dapat mempertegas warna kayu pada beberapa bagian. Misal furnitur, tiang beranda, lisplang, pintu, jendela, ventilasi, atau langkan.
 
Nah, apakah Anda tertarik untuk menghadirkan nuansa Betawi pada rumah? Atau, Anda terinspirasi dengan serial Si Doel Anak Sekolahan dengan bentuk rumahnya? Silakan aplikasikan poin-poin di atas untuk mempercantik rumah Anda.
 

 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi