Beberapa pembersih mengandung bahan kimia berbahaya. (Foto: Shutterstock)
Beberapa pembersih mengandung bahan kimia berbahaya. (Foto: Shutterstock)

Waspadai Penggunaan Bahan Kimia saat Membersihkan Rumah

Rizkie Fauzian • 10 April 2019 19:53
Jakarta: Memiliki hobi membersihkan rumah memang baik. Apalagi jika dilakukan secara rutin, bisa mencegah terbentuknya sarang kuman di rumah. Namun patut diwaspadai tidak semua produk pembersih baik. 
 
Terdapat beberapa pembersih yang mengandung bahan kimia berbahaya dan bisa menyebar melalui udara. Berikut ini panduan singkat tentang bahan kimia apa saja yang harus dihindari dan bagaimana cara membersihkan rumah dengan aman, dikutip Inhabitat.
 
1. Penggunaan Bahan Kimia Berbahaya

Pembersih memang bisa membunuh kuman, tapi kandungan bahan kimianya bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Misalnya, iritasi mata, kulit, dan sistem pernapasan. Masalah kesehatan paling jelas yang muncul adalah karena kontak kulit dengan bahan kimia beracun yang diserap tubuh.
 
2. Identifikasi Bahan 
 
Ada sejumlah bahan kimia yang mudah menguap. Misal, amonia, nitrogen, dan fosfor. Semua bahan tersebut biasanya ditemukan dalam produk pembersih rumah tangga. 
 
Sebagai contoh, sebagian besar deterjen pencuci piring mengandung sekitar 40 persen fosfor. Sementara, nitrogen adalah bahan yang umum dijumpai dalam pembersih kaca.   
 
3. Jauhkan Bahan Kimia dari Air
 
Setelah menggunakan produk pembersih, biasanya kita membilasnya di wastafel ataupun saluran air di toilet. Air bilasan tersebut kemudian mengalir ke sungai dan danau. 
 
Sisa-sisa bahan tersebut mencemari lingkungan air dan mendatangkan malapetaka pada ekosistem air dan tanaman. Bahan kimia ini juga dapat mencemari persediaan air jika dibuang dalam jumlah besar.
 
4. Hindari Kontaminasi Udara
 
Bahan kimia berbahaya dalam produk rumah tangga dapat masuk ke udara dan menyebabkan masalah pernapasan. Membuka jendela saat membersihkan rumah dianggap menjadi solusi, namun penyebaran bahan kimia melalui udara juga memiliki efek jangka panjang yang tidak baik bagi lingkungan.
 
5. Gunakan Pembersih Ramah Lingkungan
 
Cara terbaik untuk menghindari produk pembersih berbahaya adalah mencari bahan kimia tidak beracun. Produk-produk ini biasanya dilengkapi dengan label ramah lingkungan. 
 
Anda juga harus menghindari membeli produk yang diketahui mengiritasi kulit atau mudah terbakar. Bahan-bahan seperti lemon, cuka, soda kue dan gliserin sangat bagus membersihkan kotoran dan lemak. 
 
Campuran sabun dan air atau air dan cuka dapat dengan mudah menghilangkan noda yang sulit. Anda juga dapat menambahkan sedikit soda kue untuk beberapa abrasi tambahan.
 
6. Gunakan Kembali Barang-barang Bekas 
 
Alih-alih membuang barang-barang bekas berupa pakaian atau sikat gigi, gunakan kembali sebagai alat pembersih. Sikat gigi baik untuk membersihkan sudut yang sempit, bahkan kaus kaki dapat digunakan untuk membersihkan debu. 
 
Jika benar-benar kreatif, Anda dapat menjahit handuk bekas untuk membuat penutup pel sementara. Setelah selesai dengan barang-barang ini, Anda dapat mencuci dan menggunakannya kembali atau meletakkannya di keranjang sampah.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan