Cahaya yang terlalu terang justru akan menonjolkan kekurangan pada ruangan. Foto: Freepik
Cahaya yang terlalu terang justru akan menonjolkan kekurangan pada ruangan. Foto: Freepik

Ruangan Terasa Sesak? Coba Atur Warna Cahaya Lampu di Rumah

Rizkie Fauzian • 09 Mei 2026 19:15
Ringkasnya gini..
  • Cahaya hangat dinilai lebih efektif membuat ruangan kecil terasa nyaman dan luas.
  • Lampu yang terlalu terang dapat mempertegas sudut ruangan dan membuatnya terasa sempit.
  • Kombinasi beberapa sumber cahaya membantu menciptakan dimensi pada ruangan kecil.
Jakarta: Menata ruangan berukuran terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pemilik hunian, termasuk dalam memilih warna bohlam lampu agar ruangan terasa lebih luas dan nyaman.
 
Saat ini, tersedia berbagai pilihan suhu warna lampu di pasaran, mulai dari cahaya hangat, putih bersih, hingga cahaya dingin. Namun, pemilihan pencahayaan yang kurang tepat justru dapat membuat ruangan kecil terasa semakin sempit dan kurang nyaman.
 
Penata interior dari Parker Home + Design, Megan Silva, mengatakan pencahayaan tidak hanya berfungsi menerangi ruangan, tetapi juga membantu menciptakan suasana yang nyaman dan memberi kesan lapang.

Menurutnya, penggunaan cahaya yang terlalu putih atau terlalu terang pada ruangan kecil justru dapat mempertegas sudut ruangan dan menimbulkan bayangan tajam.
 
“Cahaya yang terlalu terang justru akan menonjolkan kekurangan pada ruangan,” jelas Silva.

Cahaya hangat dinilai lebih nyaman

Ruangan Terasa Sesak? Coba Atur Warna Cahaya Lampu di Rumah
Cahaya yang terlalu terang justru akan menonjolkan kekurangan pada ruangan. Foto: Freepik
 
Untuk ruangan kecil, penggunaan bohlam dengan suhu warna sekitar 2700 Kelvin dinilai lebih ideal karena menghasilkan cahaya hangat kekuningan seperti lampu pijar tradisional.
 
Cahaya hangat mampu memberikan kesan lembut dan membantu mengurangi ketegangan mata sehingga ruangan terasa lebih santai dan nyaman.
 
 
Selain itu, pencahayaan hangat juga membuat batas-batas ruangan tidak terlihat terlalu kontras sehingga memberikan efek visual lebih luas.
 
Sebagai alternatif, Silva menyarankan penggunaan beberapa sumber cahaya tambahan seperti lampu meja atau lampu dinding agar pencahayaan terasa lebih lembut dan merata.

Dapur dan kamar mandi tetap butuh cahaya terang

Ruangan Terasa Sesak? Coba Atur Warna Cahaya Lampu di Rumah
Cahaya yang terlalu terang justru akan menonjolkan kekurangan pada ruangan. Foto: Freepik
 
Meski cahaya hangat cocok digunakan di sebagian besar area rumah, beberapa ruangan seperti dapur dan kamar mandi tetap membutuhkan pencahayaan lebih terang.
 
Area dapur memerlukan cahaya maksimal karena menjadi ruang dengan aktivitas tinggi, sementara kamar mandi membutuhkan pencahayaan yang jelas untuk menunjang fungsi ruang.
 
Namun, pencahayaan terang sebaiknya hanya difokuskan pada titik tertentu agar tidak membuat ruangan terasa terlalu kaku.
 
Selain warna cahaya, posisi penempatan lampu juga memengaruhi kesan ruang. Mengombinasikan lampu gantung, lampu lantai, dan lampu meja dapat menciptakan dimensi dan kedalaman visual pada ruangan kecil.
 
Untuk ruang tamu kecil, cukup gunakan dua hingga tiga sumber cahaya dengan intensitas sekitar 450 hingga 700 lumen agar ruangan tetap nyaman tanpa terasa terlalu silau.
 
Pemilik rumah juga disarankan memaksimalkan cahaya alami dengan menggunakan tirai tipis agar sinar matahari tetap masuk ke dalam ruangan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan