Membuat kamar tidur nyaman agar tidur lebih nyenyak. Foto: Shutterstock
Membuat kamar tidur nyaman agar tidur lebih nyenyak. Foto: Shutterstock

6 Tips Membuat Kamar Nyaman, Tidur Lebih Nyenyak

Medcom • 27 Oktober 2022 10:48
Jakarta: Jika Anda kesulitan tidur pada malam hari dan jam tidur tidak maksimal, maka ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebabnya, salah satunya adalah cahaya lampu di kamar tidur.
 
Cahaya lampu memang sangat berguna untuk penerangan saat melakukan aktivitas, namun ketika hendak tidur, cahaya lampu harus dimatikan karena akan mengganggu kualitas tidur dan berpengaruh pada kesehatan.
 
Disarankan juga sebaiknya berhenti menatap ponsel setidaknya satu jam sebelum tidur, turunkan suhu hingga 65 derajat, dan hindari konsumsi kafein pada sore dan malam hari agar membantu Anda lebih mudah terlelap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peneliti tidur di Feinberg School of Medicine di Northwestern University juga mengatakan bahwa paparan cahaya ambient bahkan dalam jumlah kecil di malam hari dapat berbahaya bagi fungsi kardiovaskular saat Anda tidur dan meningkatkan resistensi insulin keesokan paginya.
 
Baca juga: Tempat Tidur Susun Dianggap Buruk Menurut Feng Shui, Ini Alasannya

Tak hanya itu, penulis penelitian pun mengakui bahwa paparan cahaya pada malam hari yang berlebihan dapat berdampak negatif pada fungsi metabolisme, yaitu penurunan toleransi glukosa dan penurunan resistensi insulin.
 
Dengan kata lain, paparan cahaya sebelum tidur dapat mempengaruhi tidur dan beberapa fungsi fisiologis. Meskipun Anda telah mematikan lampu, tapi  lampu jalan yang menembus tirai, TV yang menyala, atau lampu malam akan berpengaruh terhadap kualitas tidur Anda.
 
Dengan begitu, sebaiknya tidur di ruangan yang gelap untuk meningkatkan kualitas tidur dan mencegah penyakit. Berikut beberapa langkah mudah yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi cahaya dalam kamar tidur Anda.
 
1. Jangan tertidur dengan TV menyala.
 
2. Matikan atau lepaskan perangkat apa pun yang menghasilkan cahaya yang tidak diperlukan.
 
3. Pasang beberapa tirai di jendela agar lampu jalan tidak menembus ke dalam ruangan.
 
4. Gunakan masker tidur.
 
5. Jika Anda membutuhkan penerangan, Anda bisa menggunakan lampu malam yang dapat mendeteksi gerakan dan ditempatkan di tempat yang rendah, sehingga akan menyala jika Anda turun dari tempat tidur.
 
6. Hindari cahaya putih atau biru, sebagai gantinya pilihlah cahaya dalam spektrum coklat, merah, atau oranye, yang tidak terlalu mengganggu.
 
Kehadiran cahaya menjadi sebuah sinyal bagi otak yang menunjukan bahwa sudah waktunya untuk bangun dan bersiap, sementara kegelapan sebagai sinyal bahwa sudah waktunya untuk istirahat dan tidur.
 
Oleh karena itu, paparan cahaya di malam hari, seperti cahaya dari lampu samping tempat tidur hingga layar TV, dianggap dapat menekan produksi melatonin dan mengganggu pola tidur yang sehat dan alami. (Eka Putri Wahyuni)
 
(KIE)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif