Kementerian ATR percepat program reforma agraria. Foto: Shutterstock
Kementerian ATR percepat program reforma agraria. Foto: Shutterstock

Strategi Reforma Agraria dalam Menyejahterakan Masyarakat

Properti bpn pertanahan tata kota reforma agraria Sertifikasi Lahan
Rizkie Fauzian • 28 September 2020 10:45
Jakarta: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mempercepat program Reforma Agraria. Kebijakan reforma agraria merupakan implementasi dari UU Nomor 5 Tahun 1960 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Tenaga Ahli Menteri ATR Bidang Pengembangan Perkebunan Plasma Hermawan mengatakan ada dua isu besar di dalamnya. Reforma agraria diharapkan dapat mengurangi ketimpangan tanah dan mengurangi kemiskinan.
 
"Untuk mencapai hal tersebut, maka dibutuhkan suatu strategi untuk dapat menyejahterakan masyarakat di Indonesia yaitu bisa melalui pemberdayaan yang melibatkan masyarakat penerima Tanah Objek Reforma Agraria (TORA)," ujarnya dikutip dari laman resmi Kementerian ATR, Senin, 28 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut dijelaskan, pemberian akses permodalan maupun bantuan lain kepada masyarakat penerima TORA yang berbasis pada pemanfaatan tanah ini, menjadi salah satu langkah untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
"Melalui penyusunan strategi, perencanaan dan koordinasi yang baik, program pemberdayaan masyarakat penerima TORA di perdesaan diharapkan berjalan optimal sehingga mereka dapat memanfaatkan tanahnya lebih produktif untuk menjadi sumber penghasilan dalam jangka panjang, dan terhindar dari kemungkinan menjual atau mengadaikan tanahnya," ungkapnya.
 
Hermawan juga mengatakan jika tantangan pemberdayaan masyarakat bukan hanya terkait dengan aspek ekonomi saja, namun juga terdapat aspek lingkungan dan sosial, seperti memenuhi ketersediaan infrastruktur jalan, drainase, air bersih, sarana penerangan listrik, sarana sekolah dan kesehatan, serta sarana rumah ibadah di klaster penerima TORA.
 
"Sehingga dibutuhkan peran dari para pemangku kepentingan lainnya untuk dapat menghadapi berbagai tantangan tersebut," tambahnya.
 
Tenaga Ahli Menteri ATR Bidang Pembinaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Ekonomi Parman Nataatmadja menjelaskan yang terpenting bagaimana kita dapat menyejahterakan masyarakat dengan mengubah sikap mentalnya terlebih dahulu.
 
"Di sini bagaimana kita bisa mengubah sikap mental masyarakat yang diberikan tanah, jangan sampai dijual sehingga tidak ada kesejahteraan masyarakat yang jangka panjang. Untuk mengubah suatu budaya memang tidak mudah, maka terpaksa dulu, kemudian bisa, dan lalu diasah, maka baru akan menjadi budaya," ujarnya.
 
Parman menegaskan kunci kesuksesan dalam memulai usaha adalah disiplin, pantang menyerah, dan bersikap jujur dapat menjadi modal utama.
 
"Salah satu yang sedang dibangun yaitu dengan mengajak ibu-ibu sebagai target utama. Ibu-ibu adalah tulang punggung ekonomi keluarga yang sangat sensitif terhadap kesejahteraan anak dan keluarga. Program ini bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT PNM (Persero)," ungkapnya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif