REI Bidik Investor Timur Tengah
Nota kesepakatan ditandangani Ketua REI Sulaeman Sumawinata dan CEO DREI Mahmood Hesham El Burai
Dubai:Real Estate Indonesia (REI) dan Dubai Real Estate Institute (DREI) sepakat membentuk sebuah forum komunikasi antar pengusaha properti. Melalui forum ini mereka dapat saling bertukar informasi mengenai peluang investasi sektor properti di Indonesia dan Timur Tengah.

Kesepakatan ini ditandangani Ketua REI Sulaeman Sumawinata dan CEO DREI Mahmood Hesham El Burai dalam ajang Indonesia-Dubai Real Estate Investment Forum di Gedung Land Department Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (29/4/2018).


"Jaringan DREI sangat kuat, ada 12 asosiasi di bawahnya termasuk pemerintahan dan KADIN. Melalui itu kita harap bisa lebih meningkatkan networking. Dubai juga pusat bisnis dan finansial Timur Tengah serta maju pesat di sektor infrastruktur dan pro-investasi," ujar Wakil Ketua Umum REI Rusmin Lawin.



Sepuluh anggota REI hadir dan memperkenalkan proyeknya kepada para investor Timur Tengah untuk diajak bermitra. Ada proyek kawasan wisata, industri, perumahan, kota mandiri hingga infrastruktur transportasi di berbagai daerah di Indonsia yang dipaparkan.

"Forum semacam ini sangat baik bagi pelaku usaha mempromosikan proyeknya kepada calon investor. Kita juga bisa melihat peluang bisnis di Dubai yang dikenal sebagai hub bisnis di Timur Tengah," ujar Presiden Direktur PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat di lokasi acara.

baca juga: Singapura awasi Tiongkok yang agresif

Nilai ivestasi luar negeri sektor properti saat ini tercatat 0,5 persen dari total nasional. Investor asing di sektor properti di Indonesia saat ini adalah Jepang, Singapura, Hong Kong, Korea dan belakangan adalah Tiongkok.



(LHE)