Bunga acuan naik, pengembang kian hati-hati

Rizkie Fauzian 06 Juni 2018 08:00 WIB
kpr
Bunga acuan naik, pengembang kian hati-hati
Bunga KPR sejauh ini belum ada kenaikan dari bank penyedia menyusul telah dinaikkannya suku bungan acuan oleh BI. file/Antara Foto/Rekotomo
Jakarta:Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen. Langkah tersebut tentu akan diikuti perbankan dengan menaikkan bunga kreditnya. Bagaimana para pengembang menyikapi langkah BI tersebut?

"Sebenarnya kenaikan suku bunga ini sudah kita prediksi, The Fed juga kan trennya sedang menaikkan suku bunga. Ini bentuk antisipasi BI juga karena dolar semakin menguat," kata Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development, Theresia Rustandi, akhir pekan lalu.


Namun menurutnya dampak kenaikan suku bunga tidak akan langsung terasa kepada industri properti. Setidaknya pengaruhnya baru terasa dalam tiga bulan ke depan.

"Harapan kami perbankan juga arif dalam mengimplementasikan kebijakan tentang suku bunga ini, tidak serta merta naik semua. Industri properti ini kan menghidupkan perbankan nasional dan juga perekonomian," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Independen Ciputra Development, Tulus Santoso. Kenaikan suku bunga tidak akan langsung direspons oleh perbankan.

"Bunga naik kita lihat bank belum bereaksi, baik dari loan atau KPR. Kalaupun turun juga tidak langsung di adjust kan, jadi kita harapkan kalaupun naik tidak langsung juga," ungkap Tulus.

Seperti diketahui, BI menaikkan suku bunga acuan secara berturut-turut hingga menyentuh level 4,75 persen. Namun, kenaikan tersebut belum mempengaruhi bisnis properti para pengembang.

"Suku bunga di level tersebut masih tetap oke, saya pikir 4,25 persen itu sudah level terendah, jadi kalau di level saat ini masih oke. Penjualan juga masih bagus," ungkap Direktur Bumi Serpong Damai, Hermawan Wijaya.

 



(LHE)