Masyarakat diminta hati-hati memilih rumah. Foto: Shutterstock
Masyarakat diminta hati-hati memilih rumah. Foto: Shutterstock

Jangan Mudah Tergiur Label 'Syariah' Saat Memilih Properti

Properti investasi properti penipuan Penyediaan Rumah
Rizkie Fauzian • 09 Januari 2020 18:07
Jakarta: Kasus penipuan properti berkedok syariah kembali marak terjadi. Masyarakat diharapkan tidak tergiur dengan harga perumahan murah tanpa memperhatikan atau mengecek legalitas pengembang.
 
"Masyarakat jangan memilih produk properti yang hanya murah harganya tapi harus jeli dalam memilih agar tidak keliru dalam membeli rumah," ujar Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR M Yusuf Hariagung di Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Selain itu, masyarakat diminta untuk memperhatikan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta site plan yang dimiliki oleh pengembang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masyarakat juga perlumengecek IMB dan sertifikat hak tanahnya untuk memastikan bahwa perumahan itu asas legalitasnya sudah benar. Jika hal itu tidak ada tentunya dapat dikatakan proyek perumahan tersebut menjadi “rawan” terjadi persoalan," jelasnya.
 
Kementerian PUPR akan intens melakukan sosialisasi bagaimana transaksi perumahan yang benar. Hal tersebut seperti tertuang di dalam UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) maupun UU Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun.
 
Dalam UU tersebut juga diatur bahwa pada saat melakukan transaksi pelaku pembangunan atau pengembang itu harus melakukan proses PPJB. Dalam PPJB itu diatur dua hal yakni menyangkut kegiatan pemasaran dan kegiatan terkait Perjanjian Pendahuluan Jual Beli.
 
"Pada kegiatan pemasaran itu diatur mengenai informasi awal yang memastikan hak atas perumahan itu jelas seperti IMB sudah ada, Sertifikat Hak Atas Tanah itu ada, dan ijin prinsip atau ijin lokasi terkait pengembangan kawasan juga ada termasuk master plan yang telah ditandatangani oleh Bupati atau Walikota," ungkap Yusuf.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif