Kerusakan gempa di wilayah Lombok. Foto: dok. MI
Kerusakan gempa di wilayah Lombok. Foto: dok. MI

Mataram Diminta Siapkan Pradesain Kawasan Terdampak Gempa

Properti gempa bumi bencana alam
Antara • 16 Oktober 2019 17:37
Mataram: Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat diminta segera menyiapkan pradesain penataan kawasan terdampak gempa bumi pada 2018. Hal tersebut sebagai dasar untuk mendapatkan bantuan dari Bank Dunia sekitar Rp14 miliar.
 
"Rencananya kita diberikan bantuan sebesar Rp14 miliar dari CSR Bank Dunia. Jumlah itu naik dari rencana sebelumnya Rp11 miliar," kata Koordinator Kota Tanpa Kumuh (KotaKu) Kota Mataram Hartati di Mataram, Rabu, 16 Oktober 2019.
 
Hartati mengatakan dengan kenaikan rencana bantuan itu, pemerintah kota diminta mencari data tambahan untuk kegiatan fasilitas umum. Misalnya, fasilitas pendidikan dan kegiatan industri rumah tangga yang memberikan dampak terhadap pencemaran air seperti industri tahu, tempe dan ayam potong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah itu, barulah kita diminta menyiapkan pradesain yang betul-betul bagus dan wah, sebab direncanakan pengerjaan fisik dimulai pada 2020," tambahnya.
 
Lebih jauh Hartati mengatakan, dari hasil pendataan terdapat lima lingkungan yang akan menjadi sasaran penataan program kawasan pascabencana. Kelimanya merupakan wilayah yang terindentifikasi terdampak masif gempa bumi Agustus 2018.
 
Lingkungan Pengempel Indah dan Gontoran di Kelurahan Bertais, Tegal dan Jangkuk di Kelurahan Selagalas serta Kamasan di Kecamatan Selaparang.
 
Menurut dia, penataan kawasan terdampak gempa bumi itu dilakukan karena sejumlah infrastruktur di kawasan tersebut mengalami kerusakan. Infrastruktur yang rusak antara lain jalan, drainase, instalasi pengelolaan air limbah milik masyarakat, dan jamban.
 
"Tetapi sekarang kita diminta untuk melengkapi dengan fasilitas umum lainnya," katanya lagi.
 
Sementara untuk penataan aspek penyediaan air bersih dan rumah kumuh sudah dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melalui berbagai program bantuan pascagempa.
 
"Kami fokus mengintervensi penanganan aspek jalan dan sanitasi," pungkasnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif