Pembangunan rusunawa bagi nelayan ditunda. Ilustrasi: MI/Ramdani
Pembangunan rusunawa bagi nelayan ditunda. Ilustrasi: MI/Ramdani

Lokasi Tak Memenuhi Syarat, Pembangunan Rusunawa bagi Nelayan Ditunda

Properti rusunawa sejuta rumah rusun penghuni rusunawa
Antara • 30 Oktober 2020 10:33
Mataram: Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menunda pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bagi nelayan di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
 
"Penundaan pembangunan fisik rusunawa nelayan dengan nilai sekitar Rp20 miliar itu, karena dilakukan tender ulang di tingkat pusat sehingga ditargetkan dibangun 2021," kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) HM Kemal Islam, Jumat, 30 Oktober 2020.
 
Sementara kesiapan pemerintah kota terhadap berbagai persyaratan untuk pembangunan rusunawa nelayan sudah final. Dengan luas lahan yang disiapkan 2,3 hektare.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahkan, tim dari Kementerian PUPR telah meninjau lokasi lahan yang kita siapkan di Bintaro dan dinilai telah memenuhi syarat," ungkapnya.
 
Hanya saja, tim dari kementerian menilai jalan masuk ke lokasi tersebut kurang memenuhi syarat sebab harus melewati areal perumahan penduduk. Untuk itu, tim dari kementerian meminta agar pemerintah kota melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan akses jalan.
 
Dengan demikian, akses jalan menuju rusunawa tidak lagi melewati pemakaman dan perumahan penduduk, tapi langsung tembus ke Jalan Saleh Sungkar yang menjadi jalan utama.
 
"Lahan yang akan dibebaskan sekitar 12 are, sebab jalan yang akan dibangun sekitar sembilan meter kali 218 meter. Untuk kebutuhan anggaran akan ditetapkan oleh tim penaksir harga," jelasnya.
 
Lebih jauh Kemal mengatakan, bantuan rusunawa nelayan yang akan didapatkan Pemerintah Kota Mataram sebanyak tiga twin blok atau 135 kamar dengan tipe 36. Jumlah itu bertambah dari rencana awal dua twin blok.
 
"Tapi, pembangunan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama akan dibangun satu twin blok atau 45 kamar untuk 45 kepala keluarga (KK) dengan bentuk fisik lantai 3," ungkapnya.
 
Namun demikian, pemerintah Kota Mataram berharap pemerintah bisa menambah lagi jumlah rusunawa nelayan hingga menjadi empat twin blok, sebab berdasarkan data terakhir jumlah nelayan yang akan direlokasi sekitar 300 KK.
 
Nelayan yang akan direlokasi ke rusunawa itu, katanya, adalah nelayan yang masih berada digaris sempadan pantai sehingga setiap tahun terancam abrasi pantai saat musim angin barat. Selain itu, untuk nelayan Pondok Prasi yang terdampak relokasi lahan.
 
"Salah satu solusi agar nelayan bisa aman dari abrasi pantai adalah dengan relokasi ke rusunawa," katanya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif