Ilustrasi perumahan. Foto: Kementerian PUPR
Ilustrasi perumahan. Foto: Kementerian PUPR

KEK Batang Perkuat Ekosistem Logistik Terintegrasi

Rizkie Fauzian • 21 April 2026 17:59
Ringkasnya gini..
  • KEK Industropolis Batang menggandeng BUMN untuk membangun dryport berbasis rel sebagai pusat logistik terintegrasi.
  • Fasilitas ini memiliki kapasitas hingga 1 juta TEUs dan ditargetkan mulai dibangun pada 2026.
  • Proyek ini diharapkan menekan biaya logistik, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Jakarta: KEK Industropolis Batang terus memperkuat posisinya sebagai simpul strategis industri dan logistik nasional. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan dryport berbasis rel yang melibatkan sejumlah BUMN dan pemerintah daerah.
 
Kerja sama ini menggandeng PT Kereta Api Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah, serta Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang.
 
Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem logistik terintegrasi di kawasan industri, sekaligus menjawab kebutuhan efisiensi rantai pasok yang semakin meningkat.

Integrasi rel dan pelabuhan jadi kunci

Dryport ini dirancang sebagai gerbang ekspor-impor bagi tenant kawasan, sekaligus pusat konsolidasi logistik regional. Dengan konektivitas langsung ke jaringan kereta api dan pelabuhan, fasilitas ini diharapkan mampu memangkas biaya distribusi serta waktu tempuh secara signifikan.
 

Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menegaskan bahwa penguatan konektivitas berbasis rel menjadi kunci untuk menurunkan biaya logistik nasional.

Kapasitas hingga 1 juta TEUs

Dryport Industropolis Batang akan dibangun di atas lahan sekitar 30 hektare, dengan kapasitas awal 600.000–650.000 TEUs per tahun dan potensi pengembangan hingga 1 juta TEUs.
 
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menyebut konektivitas berbasis rel akan menjadi game changer dalam sistem distribusi logistik nasional. Proyek ini ditargetkan mulai konstruksi pada Juni 2026.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia, Achmad Muchtasyar, menilai dryport akan memperkuat ekosistem pelabuhan dengan mendekatkan layanan logistik ke kawasan industri.

Dorong investasi dan ekonomi daerah

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengatakan proyek ini berpotensi meningkatkan daya tarik investasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
 
Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, menambahkan bahwa keberadaan dryport akan memperkuat daya saing kawasan sebagai pusat industri dan logistik terintegrasi.
 
Pengembangan dryport akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari studi kelayakan pada 2026, pembangunan infrastruktur pada 2027–2028, hingga tahap operasional dan ekspansi sesuai kebutuhan pasar.
 
Dengan dukungan pemerintah dan mitra strategis, proyek ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem logistik nasional serta mendorong pertumbuhan investasi jangka panjang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan