KPR Syariah semakin diminati. Ilustrasi: Shutterstock
KPR Syariah semakin diminati. Ilustrasi: Shutterstock

Peminat KPR Konvensional Menurun, Syariah Semakin Diminati

Rizkie Fauzian • 03 Februari 2021 17:59
Jakarta: Tiga bank syariah resmi dimerger menjadi  satu entitas baru yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI). Lantas bagaimana dampak merger bank syariah yang digadang-gadang terbesar di Indonesia.
 
Country Manager Rumah.com Marine Novita menyambut merger tersebut karena berpotensi membawa dampak positif terhadap pemulihan ekonomi tahun ini khususnya pada industri properti.
 
"Dari hasil survei 35 persen responden memilih pembiayaan KPR Syariah ketika ditanya pilihan pembayaran saat membeli rumah," katanya dalam laporan, Rabu, 3 Februari 2021.

Rumah.com Consumer Sentimet Study H1 2020 mencatat bahwa peminat KPR konvensional kembali mengalami penurunan dari 29 persen responden pada Semester II-2020 menjadi 22 persen responden pada Semester I-2021.
 
"ini setelah sebelumnya peminat KPR konvensional juga turun dari 37 persen responden pada Semester I-2020 turun menjadi 29 persen responden pada Semester I-2020," jelas Marine.
 
Perkembangan positif perbankan syariah ini juga sejalan dengan semakin besarnya minat masyarakat untuk menggunakan fasilitas pembiayaan secara syariah.
 
"Dimana pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan dengan KPR bank konvensional yang tumbuh single digit," ungkapnya.
 
Preferensi responden Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2021 ketika memilih menggunakan KPR Syariah ternyata tidak hanya didasari karena pertimbangan keagamaan.
 
Alasan preferensi terhadap pembiayaan syariah karena pertimbangan keyakinan agama, dinyatakan oleh 70 persen responden, sementara itu adanya kepastian besaran cicilan bulanan (fixed rate) dinyatakan oleh 69 persen responden.
 
Alasan berikutnya yang juga populer disebut oleh responden adalah karena kepastian jumlah total biaya yang harus dikeluarkan, sebanyak 46 persen serta proses pengajuannya dianggap lebih mudah yang dinyatakan oleh 45 persen responden.
 
Preferensi terhadap pembiayaan syariah juga dikonfirmasi dari pertanyaan lainnya dalam survey ini.
 
"Ketika responden ditanya apa faktor yang dipertimbangkan ketika mengambil pembiayaan, kesesuaian denga prinsip syariah dinyatakan sebagai pertimbangan oleh 42 persen responden. Angka ini naik drastis dari 30 persen pada survey di semester sebelumnya," jelasnya.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA