Mahasiswa UGM mencoba fondasi pegas tahan gempa. Istimewa
Mahasiswa UGM mencoba fondasi pegas tahan gempa. Istimewa

Inovatif! Mahasiswa UGM Rancang Fondasi Tahan Gempa dari Shockbreaker

Properti gempa bumi
Patricia Vicka • 20 Juli 2019 11:22
Sleman: Bencana gempa bumi kerap merusak bangunan dan menimbulkan korban jiwa. Rata-rata korban tertimpa reruntuhan bangunan akibat tak mampu menahan guncangan gempa. Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) tergerak membuat fondasi bangunan tahan gempa.
 
Uniknya, bahan baku yang digunakan dalam pembuatan fondasi adalah shockbreaker (peredam kejut) sepeda motor. Biaya pembangunan fondasi tahan gempa tersebut juga tak mahal, hanya Rp3 juta untuk bangunan tipe 48.
 
"Kami memasang shockbreaker di dalam fondasi. Hasilnya dapat meminimalisir dampak gempa pada fondasi bangunan," kata Yosi Kristiana, dalam keterangan pers di Yogyakarta, Jumat, 19 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yosi beserta kedua temannya Siti Zuliana dan Miftahussurur Rosyadi, merupakan mahasiswa D3 Teknik Sipil UGM. Mereka menciptakan inovasi fondasi tahan gempa yang diberi nama Fondasi Spring Damper.
 
Ide tersebut muncul setelah mereka menyaksikan bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ketiganya prihatin dengan bencana gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan infrastuktur atau rumah, dan menelan korban jiwa.
 
"Kami prihatin. Walau rumah kami di Jawa Timur jarang gempa, kami lihat efek gempa kerap memakan korban jiwa dalam jumlah besar," kata dia.
 
Munculah ide menanamkan pegas ke dalam fondasi suatu bangunan pada kedalaman 50 sentimeter. Mereka mengombinasikan shockbreaker sepeda motor sebagai medium gerak osilasi pegas.
 
"Analoginya, jika motor dengan shockbreaker dapat menahan beban manusia dan beban dari motor sendiri, maka fondasi bangunan juga akan dapat diredam guncangannya jika diberi pegas," tutur Yosi.
 
Sebelum mengumumkan inovasinya, Yosi dan kawan-kawan telah melakukan uji coba, beberapa bulan lalu. Fondasi ini dapat menopang beragam bangunan sederhana. Mulai dari bangunan berdinding, triplek, hingga bata permanen, termasuk atap dengan rangka kayu maupun baja ringan.
 
"Fondasi ini sangat cocok untuk ketahanan bencana di Indonesia karena pembuatannya murah, caranya mudah, bahannya sederhana, dan tidak susah. Begitu pula penggunaannya," kata Yosi menjelaskan.
 
Yosi dan kawan-kawan berharap Fondasi Spring Damper dapat menarik minat industri dan disosialisasikan di seluruh negeri. Untuk mewujudkan hal tersebut, Yosi hingga saat ini masih melakukan analisis, pertimbangan material, dan penyempurnaan produk lebih lanjut.
 


 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif