Dua pekerja menyelesaikan pemasangan atap bangunan dengan latar belakar gedung apartemen di Surakarta. Kebutuhan tenaga bidang bangunan tergolong tinggi, bahkan hingga ke pemukiman. Antara Foto/M Ayudha
Dua pekerja menyelesaikan pemasangan atap bangunan dengan latar belakar gedung apartemen di Surakarta. Kebutuhan tenaga bidang bangunan tergolong tinggi, bahkan hingga ke pemukiman. Antara Foto/M Ayudha

Seribuan narapidana dibekali kemampuan bertukang

Properti narapidana
M Taufan SP Bustan • 12 September 2018 21:15
Jakarta: Sebanyak 910 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di 10 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Indonesia mendapatkan pelatihan bidang jasa konstruksi. Pelatihan tersebut sebagai bekal ketrampilan bagi mereka mencari nafkah halal setelah masa hukuman selesai.
 
“Program ini tidak lain untuk kesejahteraan bagi WBP saat mereka keluar nanti,” jelas Dirjen Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kemenkum dan HAM Sri Puguh Budi Utami di Jakarta, Rabu (12/9/2018).
 
Pelatihan yang mencakup bidang pertukangan kayu, batu dan las ini merupakan kerjasama antara Kementerian Hukum dan HAM dengan Kementerian PUPR. Program ini disepakati dua kementerian pada 27 Juli lalu di Lapas Nusakambangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelatihan dilakukan di 10 lapas. Untuk tahap awal pesertanya adalah Makassar (100), Medan (150), Palembang (30), Tangerang (100), Bekasi (100), Surabaya (100), Banjar Baru (100), Ambon (50) Karang Asem (20) dan Kupang (100).
 
Warga binaan yang telah lulus diberikan sertifikat untuk mereka mendapatkan pekerjaan bahkan membuka usaha mandiri. “Harapan terbesarnya ke depan mereka bisa bekerja mandiri dan berdaya guna,” tegas Sri.
 


 

(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi