Posisi tidur yang baik dalam Islam. Foto: Freepik
Posisi tidur yang baik dalam Islam. Foto: Freepik

Sunah Tidur Rasulullah: Adab dan Waktu yang Dianjurkan

Rizkie Fauzian • 25 Februari 2026 15:12
Ringkasnya gini..
  • Pola tidur Islami bukan sekadar istirahat, tetapi bagian dari sunah Rasulullah SAW yang membawa keberkahan dan ketenangan jiwa.
  • Mulai dari tidur miring ke kanan, berwudhu, hingga membaca doa sebelum tidur, berikut adab tidur sesuai ajaran Islam.
  • Islam juga mengatur waktu tidur yang dianjurkan yakni setelah salah Isya.
Jakarta: Pola tidur Islami bukan sekadar mengatur waktu istirahat, tetapi juga bagian dari sunah Rasulullah SAW yang sarat makna dan keberkahan. Dalam ajaran Islam, tidur dipandang sebagai kebutuhan jasmani sekaligus momen untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
 
Selain mengatur pola tidur, Islam juga mengajarkan adab sebelum beristirahat. Adab ini bukan hanya rutinitas, melainkan bentuk ketaatan dan zikir agar seorang Muslim tidur dalam keadaan tenang dan terlindungi.
 
Berikut beberapa sunah tidur yang dicontohkan Rasulullah SAW dan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari dikutip dari shariaknowledgecentre.

Sunah tidur dalam Islam

Sunah Tidur Rasulullah: Adab dan Waktu yang Dianjurkan
Posisi tidur yang baik dalam Islam. Foto: Freepik

1. Tidur miring menghadap ke kanan

Rasulullah SAW memiliki kebiasaan tidur dengan posisi miring ke sisi kanan, serta meletakkan tangan kanan di bawah pipi. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:

“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.”
 
Posisi ini tidak hanya mengikuti sunah, tetapi juga dinilai baik secara kesehatan karena membantu kerja jantung dan pernapasan.
   

2. Membaca doa sebelum tidur

Sebelum tidur, Rasulullah SAW selalu membaca doa sebagai bentuk zikir dan perlindungan dari gangguan setan. Salah satu doa yang beliau ajarkan adalah:
 
“Bismika Allahumma ahya wa bismika amut.”
(Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati).
 
Selain itu, beliau juga membaca Ayat Kursi (QS Al-Baqarah: 255) serta tiga surah terakhir Al-Qur’an, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Setelah membaca, beliau meniupkan ke telapak tangan lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh.

3. Berwudhu sebelum tidur

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berwudhu sebelum tidur. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:
 
“Jika engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, hendaklah engkau berwudhu seperti wudhu untuk salat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu.”
 
Berwudhu sebelum tidur bukan hanya membersihkan fisik, tetapi juga menenangkan hati dan mempersiapkan diri untuk beristirahat dalam keadaan suci.

4. Membersihkan tempat tidur

Kebersihan merupakan bagian dari iman. Rasulullah SAW menganjurkan untuk membersihkan atau menepuk-nepuk tempat tidur sebelum berbaring. Hal ini bertujuan agar terhindar dari debu, kotoran, atau gangguan yang tidak terlihat.
 
Tidur di tempat yang bersih membuat tubuh lebih nyaman dan kualitas istirahat menjadi lebih baik.

5. Tidur setelah salat Isya

Rasulullah SAW tidak menyukai begadang tanpa keperluan yang jelas. Beliau biasanya tidur setelah menunaikan salat Isya agar dapat bangun lebih awal untuk beribadah, termasuk melaksanakan salat tahajud di sepertiga malam terakhir. Kebiasaan ini membantu menjaga keseimbangan antara istirahat dan ibadah.
 
Pola tidur Islami mengajarkan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan ruhani. Rasulullah SAW sebagai teladan telah mencontohkan adab sebelum tidur, waktu yang dianjurkan, serta waktu yang sebaiknya dihindari.
 
Dengan menerapkan pola tidur sesuai sunah, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan istirahat yang berkualitas, tetapi juga keberkahan dan ketenangan dalam menjalani hari-harinya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA