Nilai transaksi investasi real estat di Asia Tenggara naik 16 persen. Foto: Freepik
Nilai transaksi investasi real estat di Asia Tenggara naik 16 persen. Foto: Freepik

Investasi Real Estat Asia Tenggara Tumbuh, Indonesia Stabil

Rizkie Fauzian • 06 April 2026 14:57
Ringkasnya gini..
  • Investasi real estat Asia Tenggara tumbuh 16% pada 2025, didorong permintaan domestik dan pergeseran strategi investor.
  • Indonesia menjadi penopang utama dengan kekuatan pasar domestik dan arus investasi asing di sektor manufaktur.
  • Sektor logistik dan data center diprediksi menjadi motor pertumbuhan baru properti di kawasan dalam beberapa tahun ke depan.
Jakarta: Kawasan Asia Tenggara menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sepanjang 2025, nilai transaksi investasi real estat di kawasan ini tercatat meningkat 16 persen secara tahunan menjadi USD21,8 miliar.
 
Pertumbuhan tersebut didorong oleh fundamental ekonomi yang solid, permintaan domestik yang kuat, serta pergeseran alokasi modal investor ke sektor-sektor strategis.
 
Sebagai ekonomi terbesar di kawasan, Indonesia berperan penting dalam menopang kinerja tersebut. Dengan populasi sekitar 286 juta jiwa dan PDB mencapai USD1,388 triliun, pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh konsumsi domestik yang stabil serta peningkatan pendapatan masyarakat.

Sektor Industri dan Logistik Makin Diminati

Minat investor terhadap aset industri dan logistik terus meningkat. Pada 2025, nilai investasi sektor ini di negara berkembang Asia Tenggara mencapai sekitar USD1,3 miliar, naik sekitar 48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini didorong oleh pesatnya pertumbuhan e-commerce, kebutuhan layanan logistik pihak ketiga, serta peran kawasan sebagai basis manufaktur global.
 
Selain itu, arus investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia juga tetap kuat, terutama di sektor manufaktur. Hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari strategi diversifikasi rantai pasok global.

Data Center Jadi Fokus Investasi Baru

Sektor data center turut menjadi sorotan investor di kawasan. Meski pasar yang lebih matang masih mendominasi, Indonesia dinilai memiliki potensi pertumbuhan besar seiring percepatan digitalisasi dan urbanisasi.
 
Managing Director Cushman & Wakefield Indonesia, Lini Djafar, menyebut fundamental domestik Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global.
 
“Besarnya pasar domestik serta rendahnya ketergantungan terhadap permintaan eksternal menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang stabil dan menarik,” ujar dia dalam laporan, Senin, 6 April 2026.
 
Sementara itu, Head of Research Singapore & Southeast Asia Cushman & Wakefield, Wong Xian Yang, menilai pemulihan ini juga mencerminkan perubahan struktural dalam strategi investasi global.

Prospek Tetap Positif

Ke depan, prospek pertumbuhan Asia Tenggara dinilai tetap kuat, didukung oleh demografi, urbanisasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Konsumsi domestik kawasan diproyeksikan mencapai USD5 triliun pada 2035 dengan pertumbuhan sekitar 8 persen per tahun.
 
Indonesia diperkirakan tetap menjadi kontributor utama, didukung oleh pasar domestik yang besar serta peningkatan daya beli masyarakat. Pertumbuhan penjualan ritel juga diproyeksikan meningkat pada 2026.
 
Chief Executive India & Southeast Asia Cushman & Wakefield, Anshul Jain, menilai momentum kawasan tidak hanya didorong minat investor, tetapi juga pertumbuhan konsumen dan pembangunan infrastruktu
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA