Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto: Kementerian PUPR
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto: Kementerian PUPR

Kementerian PUPR Dapat Anggaran Sebesar Rp149,81 Triliun

Properti infrastruktur jalan tol konstruksi Proyek Strategis Nasional Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 14 Agustus 2020 21:54
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerima pagu anggaran sebesar Rp149,81 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2021.
 
Program infrastruktur PUPR utamanya ditujukan untuk mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19, ketahanan pangan, penyediaan layanan dasar, dan peningkatan konektivitas.
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan tambahan anggaran sebesar Rp34,23 triliun merupakan dari program-program TA 2020 yang direlaksasi, terutama bagi paket-paket kontraktual yang belum lelang dan program yang pelaksanaannya secara teknis dapat ditunda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pekerjaan tersebut direlaksasi atau men-delay, bukan ditunda atau bukan membatalkan," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Agustus 2020.
 
Misalnya dari paket Single Year Contract (SYC) menjadi Multy Years Contract (MYC), atau yang belum lelang dijadikan prioritaskan pada 2021.
 
Berdasarkan Surat Bersama Menteri PPN/Kepala BAPPENAS dan Menteri Keuangan 8 Agustus 2020, tambahan anggaran akan digunakan untuk percepatan pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi.
 
Basuki menambahkan secara keseluruhan, pagu anggaran Kementerian PUPR TA 2021 sebesar Rp149,81 triliun dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air sebesar Rp58,55 triliun.
 
Di antaranya untuk pembangunan 47 bendungan (on-going dan baru), 24 embung, 25 ribu hektare lahan irigasi baru, 120 kilometer pengendali banjir, 20 kilometer pengaman pantai, prasarana air baku, rehabilitasi dan peningkatan 250 ribu hektare lahan irigasi serta revitalisasi lima danau.
 
Di bidang konektivitas sebesar Rp53,96 triliun di antaranya untuk pembangunan 831 kilometer jalan, 19.888 meter jembatan, 3.116 meter flyover/underpass/terowongan, 35 kilometer jalan bebas hambatan, serta peningkatan 1.279,5 kilometer jalan nasional dan 2.177,5 meter penggantian jembatan.
 
Permukinam sebesar Rp26,56 triliun digunakan untuk pembangunan 2.012 liter/detik SPAM, Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik untuk 367.380 KK, 917 sekolah/gedung sarana dan prasarana pendidikan, sembilan gedung sarana dan prasarana olahraga (termasuk dukungan Piala Dunia U-20), 17 pasar, penataan 143 hektare permukiman kumuh dan KSPN.
 
Selanjutnya perumahan sebesar Rp8,09 triliun untuk pembangunan 9.210 unit rumah susun, 2.440 rumah khusus, 111.200 unit rumah swadaya, dan 40 ribu unit prasarana dan sarana umum.
 
Terakhir untuk dukungan manajemen yang mencakup pembinaan konstruksi, pembiayaan infrastruktur PU dan Perumahan, pengembangan SDM, pengembangan infrastruktur wilayah, Sekretariat Jenderal & Inspektorat Jenderak sebesar Rp2,65 triliun.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif