Program bedah rumah menyerap ratusan ribu pekerja. Foto: Kementerian PUPR
Program bedah rumah menyerap ratusan ribu pekerja. Foto: Kementerian PUPR

Program Bedah Rumah Serap 231.186 Tenaga Kerja

Properti bedah rumah program sejuta rumah Padat Karya Penyediaan Rumah
Rizkie Fauzian • 10 Juni 2020 14:54
Jakarta: Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah diperkirakan dapat menyerap 231.186 orang tenaga kerja. Pemerintah berharap program ini membuka lapangan kerja bagi masyarakat jelang pelaksanaan new normal atau kenormalan baru.
 
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan salah satu upaya yang dilaksanakan Kementerian PUPR untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Indonesia adalah melalui Program BSPS atau bedah rumah.
 
"Program ini juga akan menyerap ratusan ribu tenaga kerja jelang pelaksanaan new normal. Sekitar 231.186 orang tenaga kerja diperkirakan dapat terserap melalui program bedah rumah," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khalawi menambahkan dalam pelaksanaan program bedah rumah ini Direktorat Jenderal Perumahan melibatkan banyak tenaga kerja seperti Koordinator Fasilitator (Korfas), Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) serta para tukang bangunan yang bekerja membangun rumah.
 
Kementerian PUPR juga mendorong peningkatan perekonomian di daerah dengan melibatkan toko bangunan yang ada di daerah sekitar tinggal masyarakat penerima bantuan untuk menyalurkan bahan material bangunan untuk bedah rumah.
 
Program bedah rumah merupakan bantuan dari pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru rumah beserta prasarana, sarana dan utilitasnya.
 
Beberapa kriteria penerima BSPS antara lain Warga Negara Indonesia (WNI) sudah berkeluarga, memiliki tanah yang ditandai dengan bukti kepemilikan tanah yang sah, tinggal di rumah satu-satunya dalam kondisi tidak layak huni atau belum memiliki rumah.
 
Selanjutnya belum pernah mendapatkan BSPS atau bantuan sejenis, memiliki penghasilan maksimum sesuai upah minimum provinsi, dan bersedia melaksanakan dengan berswadaya, berkelompok, dan tanggung renteng untuk menyelesaikan pembangunan rumah.
 
Pada program BSPS 2020, Kementerian PUPR mengalokasikan Program BSPS untuk 220 ribu unit rumah tidak layak huni dengan anggaran Rp4,69 triliun. Program BSPS tersebut dilaksanakan Kementerian PUPR di 33 provinsi di 579 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
 
Berdasarkan data yang ada di Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, program kegiatan padat karya untuk BSPS melibatkan sekitar 876 orang koordinator fasilitator dengan upah bulanan sekitar Rp6 juta per bulan.
 
Selain itu, TFL yang bertugas mendampingi masyarakat dalam proses pembangunan rumah tercatat sebanyak 4.397 orang dengan gaji bulanan sekitar Rp4,5 juta per bulan.
 
Dalam proses pembangunan rumah, dalam Program BSPS juga banyak melibatkan tukang bangunan sekitar 220 ribu orang tukang yang akan mendapatkan upah ketika mereka bekerja melaksanakan pembangunan rumah.
 
"Jadi nanti masyarakat penerima bantuan BSPS juga dapat bekerja membangun rumahnya dan mendapatkan upah kerja. Jadi dalam melaksanakan kebijakan new normal ini Kementerian PUPR juga ikut berupaya membantu masyarakat meningkatkan perekonomiannya dengan dana BSPS," pungkasnya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif