NEWSTICKER
Salah satu fasilitas umum yang telah direhabilitasi. Foto: Kementerian PUPR
Salah satu fasilitas umum yang telah direhabilitasi. Foto: Kementerian PUPR

694 Fasilitas Umum Terdampak Gempa Telah Diperbaiki

Properti gempa rumah rusak Penyediaan Rumah
Rizkie Fauzian • 18 Maret 2020 15:56
Jakarta: Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 694 fasilitas umum akibat gempa bumi yang terjadi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terjadi pada Agustus 2018.
 
"Pelaksanaannya telah dikerjakan oleh BUMN Karya. Tugas rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas ini telah selesai pada 19 April 2019," jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Fasilitas umum yang telah selesai direhabilitasi terdiri dari 572 unit sekolah, 31 unit fasilitas kesehatan, 87 unit rumah ibadah, satu unit pasar, dan tiga unit bangunan lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fasilitas umum ini tersebar di berbagai daerah di NTB, yakni Kota Mataram 17 unit, Lombok Barat 79 unit, Lombok Tengah 41 unit, Lombok Utara 291 unit, Lombok Timur 61 unit, Sumbawa Barat 100 unit, dan Sumbawa 105 unit.
 
Fasilitas umum yang telah selesai dibangun dan dimanfaatkan kembali telah diberikan label sertifikat bahwa bangunan tersebut telah layak dan aman digunakan, misalnya RSUD Kota Mataram dan SMPN 6 Mataram.
 
Di samping merehabilitasi fasilitas umum, Kementerian PUPR juga memberikan supervisi teknis pembangunan kembali rumah masyarakat tahan gempa yang dilakukan oleh tenaga fasilitator dan insinyur muda PUPR dalam mendampingi kegiatan kelompok masyarakat (Pokmas) yang dibentuk di tingkat kecamatan.
 
Selain fasilitas umum, perbaikan hunian tahan gempa juga tengah dikerjakan. Adapun pembangunannya menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).
 
"Masing-masing warga kebutuhannya berbeda, ada yang memilih RISHA, Rumah Instan Kayu (RIKA), atau Rumah Kayu dan Konvensional (RIKO). RISHA merupakan salah satu metode yang sudah teruji ketahanan atas gempanya," ujar Menteri Basuki.
 
Adapun Pokmas yang dibentuk sejumlah 11.502 yang terdiri dari 5.964 Pokmas Rusak Berat, 1.580 Pokmas Rusak Sedang dan 3.958 Pokmas Rusak Ringan. Pembentukan Pokmas dimaksudkan untuk menjamin akuntabilitas penyaluran bantuan agar tepat sasaran bagi korban bencana yang rumahnya rusak.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif