Wabah korona menghantam bisnis properti. Foto: Shutterstock
Wabah korona menghantam bisnis properti. Foto: Shutterstock

Dampak Korona, Pengembang dan Konsumen Perlu Stimulus

Properti investasi properti Virus Korona bisnis properti
Rizkie Fauzian • 27 Maret 2020 13:56
Jakarta: Wabah virus korona (covid-19) merebak cepat ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Dampaknya ekonomi melemah, termasuk sektor properti diprediksi akan kolaps jika tidak segera diatasi.
 
CEO Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda menyarankan agar pemerintah dan bank harus bersepakat untuk memberikan sejumlah stimulus baru guna meringankan beban konsumen juga pengembang.
 
"Covid-19 ini mungkin baru akan berhenti paling cepat tiga bulan ke depan. Untuk itu, pemerintah harus memberikan kebijakan stimulus keringanan bagi pengembang dan konsumen. Jika tidak, bisnis properti akan kolaps," ujarnya di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah berencana memberikan sejumlah insentif kepada beberapa sektor sebagai akibat penyebaran virus korona. Salah satunya dengan memberikan subsidi selisih bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) kepada masyarakat berpenghasilan rendah selama 10 tahun.
 
Ali mengapresiasi langkah pemerintah tersebut, namun menurutnya waktunya kurang tepat disaat ekonomi melemah gegara covid-19. Bahkan, kata dia, dengan kondisi saat ini, dampaknya juga tidak akan terasa.
 
"Waktunya tidak tepat karena yang sekarang dibutuhkan bukan untuk membeli rumah tapi bagaimana konsumen bisa lancar pembayaran yang sudah berjalan dan tidak macet sehingga tidak membuat NPL (non-performing loan) bank semakin tinggi," terang Ali.
 
Ali menambahkan, pemerintah yakni OJK dan perbankan sepakat untuk meringankan cicilan konsumen selama minimal enam bulan untuk memberikan keringan kepada konsumen.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif