BP Tapera ditargetkan menyalurkan pembiayaan 75 ribu rumah. Foto: Shutterstock
BP Tapera ditargetkan menyalurkan pembiayaan 75 ribu rumah. Foto: Shutterstock

Tahun Depan, BP Tapera Salurkan Pembiayaan untuk 75 Ribu Rumah

Properti perumahan ruu tapera rumah tapak Penyediaan Rumah
Antara • 19 September 2020 12:39
Jakarta: Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) ditargetkan dapat menyalurkan pembiayaan perumahan sebanyak 75 ribu unit pada 2021.
 
Hal tersebut telah tertulis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Pada 2021, Tapera mempunyai target sebesar 75 ribu unit.
 
"Inilah yang nanti pada tahun depan bahu-membahu untuk menangani perumahan di Indonesia, target utamanya masih PNS," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan BP Tapera bakal mulai aktif pada 2021, melengkapi program perumahan yang sudah ada sebelumnya.
 
"Kami informasikan bahwa 2021 fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) masih ada dan itu masih dikawal dan dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP)," paparnya.
 
Ia mengemukakan jumlah unit dalam anggaran FLPP mencapai Rp16,6 triliun untuk menyalurkan pembiayaan sebanyak 157.500 unit.
 
Kemudian, lanjut dia, di luar program FLPP terdapat program bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT) yang juga masih berjalan dengan anggaran sebesar Rp1,5 triliun.
 
"BP2BT itu program yang ada di Kementerian PUPR untuk melayanit 39.996 unit, dengan anggaran sebesar Rp1,5 triliun," paparnya.
 
Selain itu, kata Eko Djoeli, juga masih terdapat program subsidi bantuan uang muka (SBUM) untuk 157.500 unit senilai Rp630 miliar.
 
"SBUM itu subsidi bantuan uang muka sebanyak 157.500 unit, ini diberikan kepada semua penerima manfaat dari FLPP," katanya.
 
Dalam kesempatan itu, Eko Djoeli juga menyampaikan, arah kebijakan sektor perumahan pada 2020-2024 sebagaimana diamanatkan dalam rencana strategis (renstra) dan RPJMN yakni meningkatkan akses masyarakat secara bertahap terhadap perumahan sebesar 70 persen pada 2024.
 
"Kondisi Indonesia pada 2019 ini aksesnya 56,75 persen, 2024 diharapkan 70 persen akan bisa tercapai," ucapnya.
 
Untuk mencapai target itu, lanjut dia, pihaknya akan menyasar sekitar 11 juta rumah tangga. Dari jumlah itu, sebanyak 7,8 rumah tangga existing dan sebanyak 3,2 juta rumah tangga baru.
 
"Memang PR (pekerjaan rumah)-nya sangat besar, kita berharap Tapera menjadi salah satu tumpuan," katanya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif