LPKR prediksi pra penjualan tumbuh positif tahun depan. Ilustrasi: Shutterstock
LPKR prediksi pra penjualan tumbuh positif tahun depan. Ilustrasi: Shutterstock

LPKR Bidik Pra Penjualan Rp5,2 Triliun dari Bisnis Rumah Tapak dan Apartemen

Properti investasi properti Apartemen lippo karawaci Bisnis Properti rumah tapak
Rizkie Fauzian • 27 Januari 2022 14:56
Jakarta: PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berhasil mencatat pra penjualan sebesar Rp4,96 triliun. Hal tersebut melebihi target pra penjualan yang sudah direvisi 18 persen atau Rp4,2 triliun. 
 
Pra penjualan tersebut juga naik 86 persen YoY (Year on Year) dibandingkan pencapaian pada 2020. Kenaikan pra penjualan didukung oleh permintaan rumah tapak dengan harga terjangkau pada kuartal IV-2021. 
 
Pra penjualan pada Kuartal IV-2021 naik 174 persen menjadi Rp1,08 triliun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal tersebut didukung oleh penjualan rumah tapak Cendana Cove dan penjualan unit apartemen siap huni. 
 
Pada 2022, LPKR optimis mampu membukukan pra penjualan sebesar Rp5,2 triliun, atau naik 5 persen dari realisasi Rp4,96 triliun pada 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


CEO LPKR John Riady mengatakan bahwa untuk mendukung pencapaian target pra penjualan 2022, LPKR berencana untuk terus meluncurkan klaster baru produk rumah tapak dengan harga terjangkau.
 
"Perusahaan juga akan melakukan penetrasi pasar yang lebih luas ke segmen high income dan apartemen mid-rise, dan meningkatkan permintaan terhadap unit apartemen siap huni," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 27 Januari 2022.
 
Sekitar 73 persen dari pra penjualan tersebut diproyeksikan merupakan kontribusi perusahaan induk. Sebagai perbandingan, perusahaan induk berkontribusi sekitar 75 persen terhadap total pra penjualan pada 2021. 
 
"Kami melihat industri properti memiliki prospek cerah untuk pertumbuhan berkesinambungan. Ke depan, sektor properti masih sangat prospektif mengingat rasio kepemilikan rumah yang masih rendah di Indonesia," jelasnya.
 
Dirinya menambahkan, pendapatan per kapita masyarakat yang semakin meningkat dan fasilitas perbankan untuk pembiayaan kepemilikan rumah dengan bunga yang terjangkau membuat bisnis properti juga semakin bertumbuh. 
 
"Sebagai pengembang, LPKR akan terus menciptakan produk yang lebih inovatif untuk mendorong kepemilikan rumah bagi generasi selanjutnya. LPKR meyakini pada 2022 sektor properti akan bangkit," tegasnya.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif