Banyak pengembang pakai pendanaan internal
Proyek pembangunan perumahan di Jatirunggo, Kab. Semarang. Antara/Aditya Pradana
Jakarta: Maraknya pembangunan proyek apartemen dan perumahan mewah tidak lepas dari sumber pendanaan para pengembang yang kuat. Beberapa di antaranya bahkan sanggup menyelesaikan pembangunan proyeknya terlebih dahulu sebelum dipasarkan.

Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada triwulan II-2018 menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial oleh pengembang masih bersumber dari nonperbankan.

Artinya, pengembang masih menggunakan dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembangunan proyek.


"Pada triwulan II-2018, rata-rata penggunaan dana internal pengembang untuk pembangunan properti residensial tercatat mencapai 58,11 persen," kata Direktur Departemen Statistik BI, Gantiah Wuryandani di Gedung BI, Kamis (9/8/2018).




Meski penggunaan dana internal perusahaan masih mendominasi, namun berdasarkan survei sebanyak 32,69 pengembang memakai pinjaman perbankan untuk membangun proyeknya. Sementara untuk penggunaan dana proyek dari konsumen sebesar 7,35 persen.

"Berdasarkan komposisi dana internal, porsi terbesar berasal dari laba ditahan dan modal disetor," ungkap Gantiah.


 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id