elemen penting dalam perencanaan kota. Foto: Shutterstock
elemen penting dalam perencanaan kota. Foto: Shutterstock

Simak, 8 Elemen Penting dalam Perencanaan Kota

Properti tata kota dki Ruang Terbuka Hijau Tata ruang Perencanaan kota tata ruang perkotaan
Rizkie Fauzian • 06 Desember 2021 12:59
Jakarta: Perencanaan perkotaan adalah perencanaan tata ruang kota yang mencakup segala aspek kehidupan dalam masyarakat. Dalam merencanakan pembangunan kota, ada beberapa elemen penting yang tak bisa dilewatkan. 
 
Dalam buku Hamid shirvani (1985) yang berjudul "The Urban Design Process" disebutkan bahwa ada delapan elemen fisik dalam perencanaan kota.

1. Tata guna lahan (land use)

Pada prinsipnya land use adalah pengaturan penggunaan lahan untuk menentukan pilihan yang terbaik dalam mengalokasikan fungsi tertentu, sehingga secara umum dapat memberikan gambaran keseluruhan bagaimana daerah pada suatu kawasan tersebut seharusnya berfungsi. 
 
Land use bermanfaat untuk pengembangan sekaligus pengendalian investasi pembangunan. Pada skala makro, land use lebih bersifat multifungsi/mixed use.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa keuntungan dan kelemahan dalam penataan land use menggunakan pendekatan fungsional antara lain menjamin keamanan dan kenyamanan atas dampak negatif karena saling pengaruh antar zona.
 
Kemudian terjadi kesenjangan keramahan kawasan, memunculkan perbedaan yang tinggi pada harga lahan. Kepadatan zona tidak seimbang, pemanfaatan lahan tidak optimal.

2. Bentuk dan massa bangunan (building form and massing)

Bentuk dan masa bangunan tidak semata-mata ditentukan oleh ketinggian atau besarnya bangunan, penampilan maupun konfigurasi dari masa bangunannya, akan tetapi ditentukan juga oleh besaran bangunan, intensitas bangunan, ketinggian bangunan, sempadan Bangunan, fasad, skala, material, tekstur dan warna.

3. Sirkulasi dan parkir (circulation and parking)

Masalah sirkulasi kota merupakan persoalan yang membutuhkan pemikiran mendasar, antara prasarana jalan yang tersedia, bentuk struktur kota, fasilitas pelayanan umum dan jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat. 
 
Diperlukan suatu manajemen transportasi yang menyeluruh terkait dengan aspek-aspek tersebut. Selain kebutuhan ruang untuk bergerak, moda transport juga membutuhkan tempat untuk berhenti (parkir).

4. Ruang terbuka (open space)

Ruang terbuka bisa menyangkut lansekap berupa jalan, trotoar, taman dan ruang rekreasi dikawasan kota. Elemen-elemen terbuka juga menyangkut lapangan hijau, ruang hijau kota, pohon-pohonan, pagar, tanam-tanaman air, penerangan, paving, kios-kios, tempat-tempat sampah, air minum, sculpture, jam dsb. 

5. Area pedestrian (pedestrian area)

Sistem pedestrian yang baik akan mengurangi keterikatan terhadap kendaraan dikawasan pusat kota, mempertinggi kualitas lingkungan melalui sistem perancangan yang manusiawi, menciptakan kegiatan pedagang kaki limayang lebih banyak dan akhirnya akan membantu kualitas udara di kawasan tersebut.

6. Rambu-rambu (signage)

Tanda- tanda petunjuk jalan, arah kesuatu kawasan tertentu pada jalan tol atau di jalan kawasan pusat kota semakin membuat semarak atmosfir lingkungan kota tersebut. 
 
Rambu-rambu yang dirancang dengan baik turut mendukung karakter dari penampilan gedung sekaligus menghidupkan jalanan, selain memberikan informasi barang dan jasa bisnis pribadi.

7. Aktivitas pendukung (activity support)

Aktivitas pendukung adalah semua fungsi bangunan dan kegiatan-kegiatan yang mendukung ruang publik suatu kawasan kota. 
 
Bentuk, lokasi dan karakter suatu kawasan yang memiliki ciri khusus akan berpengaruh terhadap fungsi, penggunaan lahan dan kegiatan-kegiatannya. 

8. Preservasi dan konservasi (Prepservation and concervation ) 

Konservasi suatu individual bangunan harus selalu dikaitkan dengan keseluruhan kota. Konsep tentang konservasi kota memperhatikan aspek seperti bangunan-bangunan tunggal, struktur dan gaya arsitektur, hal yang berkaitan dengan kegunaan, umur bangunan atau kelayakan bangunan.
 
Preservasi meliputi menjaga dan melestarikan bangunan kuno dari kerusakan, pembongkaran dan perubahan apapun. Dalam preservasi tidak boleh mengganti elemen aslinya dengan lainnya.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif