Peralihan kelolaan dana FLPP ke BP Tapera masih dalam proses. Ilustrasi: Shutterstock
Peralihan kelolaan dana FLPP ke BP Tapera masih dalam proses. Ilustrasi: Shutterstock

Dana FLPP Dialihkan ke BP Tapera, PPDPP Pastikan Tak Ganggu Layanan

Properti Program Sejuta Rumah Tapera rumah tapak Kementerian PUPR Rumah Subsidi FLPP
Rizkie Fauzian • 19 September 2021 10:37
Jakarta: Rencana pengalihan dana Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih dalam proses. Tahun depan dana FLPP secara resmi akan dikelola Badan Pengelolaan Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
 
Terkait dengan pengalihan dana FLPP dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) ke BP TAPERA, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 111/PMK.06/2021.
 
Aturan tersebut berisi tentang Mekanisme Pengalihan Dana FLPP dari PPDPP kepada BP Tapera dan Penarikan Kembali Dana FLPP oleh Pemerintah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, peraturan ini mencakup mekanisme pengalihan dana FLPP dari PPDPP kepada BP Tapera, mekanisme penarikan dana FLPP oleh Pemerintah pada BP Tapera, serta akuntansi dan pelaporan.
 
"Kami saat ini sedang mempersiapkan peralihan ini tanpa mengganggu layanan yang sudah berjalan," jelasnya dikutip dari laman resmi PPDPP, Minggu, 19 September 2021.
 
Untuk memastikan layanan tetap berjalan, pemerintah kemudian menegaskan melalui Keputusan Menteri PUPR Nomor 1187/KPTS/M/2021 tentang Pengalihan Fungsi Pengelolaan Dana FLPP pada PPDPP kepada BP Tapera. 
 
"Dalam Keputusan ini, disebutkan pengalihan fungsi ini diikuti dengan pengalihan sistem tata kelola, pegawai profesional / non aparatur sipil negara dan seluruh aset utama pendukung langsung layanan FLPP berupa aset berwujud dan aset tidak berwujud (teknologi)," jelasnya.
 
Saat ini realisasi penyaluran dana FLPP per tanggal 17 September 2021, telah tersalurkan FLPP sebesar Rp15,17 triliun untuk 138.858 unit rumah atau 88,16 persen dari target 2021. 
 
"Sehingga realisasi penyaluran FLPP dari tahun 2010 hingga 2021 telah mencapai Rp70,76 triliun untuk 903.713 unit rumah," ungkapnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif