Hingga Juli 2019 telah dibangun sebanyak 601 ribu unit rumah. (dok: Kementerian PUPR)
Hingga Juli 2019 telah dibangun sebanyak 601 ribu unit rumah. (dok: Kementerian PUPR)

Permintaan Rumah Subsidi Bertambah

Properti sejuta rumah
Rizkie Fauzian • 11 Juli 2019 21:37
Jakarta: Pemerintah telah menetapkan batasan harga jual rumah rumah subsidi berdasarkan wilayah agar daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap terjangkau. Namun, kenaikan harga tersebut tak memengaruhi permintaan rumah subsidi dari masyarakat maupun pengembang perumahan.
 
"Memang dari penetapan harga jual rumah subsidi terdapat kenaikan kira-kira Rp10 juta, namun harga rumah bersubsidi naik terakhir lima tahun lalu, sehingga ini penyesuaian," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Meski mengalami kenaikan, permintaan pembangunan rumah subsidi melalui program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) terus bertambah. Bahkan BTN, REI meminta tambahan kuota rumah subsidi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat datang ke kami justru meminta tambahan anggaran FLPP yang disediakan Kementerian Keuangan. Berarti permintaan untuk rumah subsidi bertambah, artinya positif," ucap Menteri Basuki.
 
Hingga 11 Juli 2019, pemerintah telah menyalurkan dana FLPP bagi 47.077 unit dari target 68.858 unit dengan anggaran yang disediakan Rp4,52 triliun.

Program Sejuta Rumah

Tahun ini, pemerintah menargetkan membangun 1,25 juta rumah dalam Program Sejuta Rumah. Hingga 1 Juli 2019 telah dibangun sebanyak 601.205 unit rumah. Jumlah tersebut terbagi dalam 456.974 unit rumah MBR dan 144.231 unit rumah non MBR.
 
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, untuk mencapai target tersebut telah dilakukan terobosan dengan menggandeng komunitas pemangkas rambut di Garut dan perajin rokok di Kudus.
 
"Dengan keterbatasan anggaran yang ada Program Sejuta rumah dilakukan dengan berbagai penguatan seluruh stakeholder. Sejauh ini masih efektif bahu membahu membangun rumah untuk mengurangi Backlog," tutur Khalawi.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif