Ini kakak kembar SUGBK di Rusia
Suasana tribun Luzhiniki yang gegap gempita dalam laga antara Rusia vs Spanyol pada 1 Juli 2018. AFP Photo/Mladen Antonov
Jakarta:Mata dunia tertuju pada Stadion Luzhniki saat membuka pertandingan antara tuan rumah, Rusia melawan Arab Saudi. Stadion Nasional ini merupakan yang terbesar di Rusia dengan kapasitas 81 ribu penonton.

Stadion dibangun pada 1955-1956 saat Rusia menjadi tuan rumah Spartakiad -perhelatan olahraga internasional  pada zaman pemerintahan Uni Soviet. Sejak itu, Luzhniki telah menyelenggarakan banyak acara olahraga termasuk Olimpiade pada 1980.


Komplek olahraga yang berdiri di atas lahan seluas 180 hektare ini telah mengalami tiga kali renovasi. Pada periode 1976 hingga 1979, 1996 hingga 1997, dan 2013 hingga 2017 untuk menyambut Piala Dunia 2018.

Meski melakukan perbaikan, namun pemerintah meminta agar fasad tidak diubah demi menjaga kelestarikan bangunan. Stadion ini juga menjadi salah satu ikon negara beruang merah tersebut.


Eksterior Stadion Luzhniki ketika sedang dalam pesiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. AFP Photo/Kirill Kudryavtsev

Kembaran Stadion Gelora Bung Karno (GBK)

Pada 1956, saat Presiden Soekarno melakukan kunjungan kenegaraan ke Uni Soviet, dirinya diminta berpidato di Stadion Luzhniki, Moskow.  Kagum akan keindahan stadion, Soekarno berkeinginan membangun stadion yang serupa dengan Luzhniki di Indonesia.

Maka dirancanglah pembangunan stadion GBK dengan anggaran dari Uni Soviet saat itu. Tak tanggung-tanggung, Uni Soviet saat itu turut mengirimkan arsitek dan insinyur terbaiknya untuk membantu pembangunan.

Saat itu, banyak media yang memberitakan termasuk media Rusia berbahasa Indonesia, Russia Beyond, bahwa Luzhniki adalah kembarannya stadion GBK.





 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id