Perbedaan AC inverter dan AC split biasa. Foto: Freepik
Perbedaan AC inverter dan AC split biasa. Foto: Freepik

AC Inverter dan AC Split Biasa, Ini Perbedaan dan Keunggulannya

Rizkie Fauzian • 28 Januari 2026 15:40
Ringkasnya gini..
  • AC inverter dan AC non-inverter berbeda pada teknologi kompresor dan efisiensi energi.
  • AC inverter lebih hemat listrik dan stabil, sedangkan AC non-inverter lebih ekonomis dari sisi harga awal.
  • Pemilihan AC sebaiknya disesuaikan dengan durasi pemakaian dan kebutuhan rumah.
Jakarta: Pendingin ruangan atau air conditioner (AC) menjadi salah satu perangkat elektronik yang semakin dibutuhkan di rumah tangga. Seiring perkembangan teknologi, masyarakat kini dihadapkan pada pilihan antara AC inverter dan AC split biasa atau non-inverter.
 
Sekilas keduanya terlihat serupa, namun terdapat perbedaan penting pada sistem kerja dan efisiensi energi. Perbedaan tersebut berpengaruh langsung terhadap konsumsi listrik, kenyamanan, serta biaya penggunaan dalam jangka panjang.

Perbedaan AC inverter dan AC split

AC Inverter dan AC Split Biasa, Ini Perbedaan dan Keunggulannya
Perbedaan AC inverter dan AC split biasa. Foto: Freepik
 
Berikut sejumlah aspek yang membedakan AC inverter dan AC split biasa:

1. Cara kerja kompresor

Pada AC split biasa (non-inverter), kompresor bekerja dengan sistem hidup dan mati (ON-OFF). Ketika suhu ruangan sudah sesuai pengaturan, kompresor akan berhenti. Saat suhu kembali naik, kompresor akan menyala lagi untuk mendinginkan ruangan.
 
Sementara itu, AC inverter menggunakan kompresor dengan kecepatan variabel. Setelah suhu tercapai, kompresor tidak berhenti sepenuhnya, melainkan bekerja dengan putaran rendah untuk menjaga kestabilan suhu.

Dampaknya, AC inverter mampu menjaga suhu lebih stabil dan tidak menimbulkan lonjakan daya listrik secara berulang.

2. Konsumsi listrik

AC inverter dikenal lebih hemat listrik, bahkan dapat mengurangi konsumsi energi hingga sekitar 30–50 persen dibandingkan AC non-inverter, terutama jika digunakan dalam waktu lama.
 
Sebaliknya, AC non-inverter cenderung lebih boros karena membutuhkan daya besar setiap kali kompresor kembali menyala.

3. Kestabilan suhu

AC inverter menghasilkan suhu ruangan yang lebih konsisten dan nyaman. Sedangkan AC non-inverter memiliki fluktuasi suhu karena siklus kompresor yang mati dan menyala.

4. Tingkat kebisingan

AC inverter umumnya bekerja lebih senyap. Sementara AC non-inverter masih menimbulkan suara ketika kompresor mulai aktif.

5. Harga dan biaya perawatan

Dari sisi harga, AC inverter biasanya dibanderol lebih mahal. Namun, pengeluaran listrik bulanannya relatif lebih hemat.
 
AC non-inverter memiliki harga awal yang lebih terjangkau dengan sistem perawatan yang lebih sederhana.
 
AC inverter cocok untuk penggunaan lebih dari delapan jam per hari, pengguna yang ingin menekan tagihan listrik, dan penghuni rumah yang mengutamakan kenyamanan suhu stabil.
 
Sementara itu, AC non-inverter cocok untuk pemakaian AC yang tidak terlalu sering, pengguna dengan anggaran terbatas, dan ruangan berukuran kecil.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan