Dampak perubahan iklim akan berpengaruh pada sektor perumahan. Foto: Shutterstock
Dampak perubahan iklim akan berpengaruh pada sektor perumahan. Foto: Shutterstock

Hadapi Perubahan Iklim, SMF Siapkan Program Rumah Hijau

Properti Perumahan sarana multigriya finansial rumah tapak green building Rumah Subsidi FLPP
Rizkie Fauzian • 14 Juni 2021 19:50
Jakarta: PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mendukung upaya pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim atau climate changes melalui berbagai program inisiatif.
 
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan Climate Change akan memberikan dampak dan berpengaruh pada berbagai sektor termasuk sektor perumahan. 
 
"Peningkatan risiko bencana alam yang mungkin terjadi karena perubahan ekstrim cuaca adalah beberapa hal yang akan memberikan dampak di sektor perumahan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin, 14 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ananta menjelaskan, bencana alam akan memberikan dampak signifikan baik secara sosial maupun ekonomi, khususnya pada lingkungan perumahan yang dihuni oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
 
"Terkait dengan dukungan terhadap perubahan iklim tersebut, SMF melakukan berbagai langkah strategis baik secara internal maupun eksternal," katanya.
 
Ananta menuturkan, dari sisi internal, saat ini SMF telah menginisiasi berbagai upaya mitigasi berwawasan lingkungan di antaranya dengan menginiasi Program Greenship Associates di lingkungan internal Perseroan untuk mendorong karyawan agar lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan. 
 
Program ini dijalankan melalui berbagai program seperti Program Rumah Hijau Karyawan, Program SMF Green Building, Program Bank Sampah SMF, Program Kampanye Sadar Lingkungan melalui berbagai kanal media SMF.
 
SMF juga tengah menyusun framework dalam rangka penerbitan green bonds, dengan menentukan kriteria green sesuai dengan ESG (Environmental Social Governance) yang bersinergi dengan lembaga-lembaga yang telah memiliki pengalaman dalam green housing.
 
Saat ini, negara-negara lain sudah bisa memetakan dimana daerah yang dapat terdampak bencana alam hingga 10 tahun ke depan.  
 
Untuk melakukan penerbitan green/ social bonds tersebut, Perseroan berencana untuk menggandeng beberapa lembaga yang memiki pengalaman dalam penerbitan green/social bond. 
 
Selain itu, SMF juga siap mendukung program-program Pemerintah dalam industri perumahan untuk dapat diarahkan kepada Green Housing, seperti Program KPR Subsidi atau FLPP. 
 
Ananta optimis hal tersebut dapat direalisasikan dengan adanya dukungan dari para pemangku kepentingan serta kontribusi nyata dari masyarakat. 
 
Selain itu ia juga mengimbau pentingnya awareness dari investor dalam negeri dalam melakukan investasi pada surat utang terkait perumahan maupun infrastruktur yang berwawasan lingkungan.
 
"Adanya regulasi terkait green bond yaitu POJK Nomor 60 Tahun 2017 tentang Penerbitan Dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond), perlu ditindaklanjuti dengan penerbitan regulasi teknis dibawahnya yang mendorong penerbitannya seperti Surat Edaran, dan sebagainya," ujarnya.
 
Ananta juga memandang perlunya regulasi yang mengatur mengenai bangunan rumah di lokasi yang rawan bencana seperti di bantaran sungai maupun lokasi lainnya sehingga tidak terjadi peningkatan jumlah bangunan rumah yang rentan terhadap bencana. 
 
Selain itu untuk program pemerintah seperti FLPP, perlu regulasi yang mengatur pengembangan perumahan yang memiliki green certificate, agar jumlah perumahan bagi MBR yang berwawasan lingkungan dapat lebih ditingkatkan.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif