Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) kuartal I-2020 mencatat perbandingan harga properti yang lebih besar di ketiga kota tersebut terlihat pada rumah tapak. Harga rumah tapak di Tangerang Selatan mencapai hampir dua kali lipat dari harga rata-rata.

RIPMI mencatat untuk median harga rumah per meter persegi di Bogor sekitar Rp6,5 juta dan Rp16,4 juta untuk apartemen. Kemudian di Depok, median harga untuk rumah Rp8,3 juta dan Rp16,6 juta untuk apartemen.
Sedangkan di Bekasi, median harga untuk rumah Rp8,7 juta dan Rp15,2 juta untuk apartemen. Sementara di Bandung median harga rumah per meter persegi mencapai Rp10,6 juta dan Rp17,1 juta untuk apartemen.
Harga lebih tinggi berada di Tangerang Selatan dengan median harga rumah Rp14,5 juta dan Rp21,1 juta untuk apartemen. Sementara kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang media harga rumah sama yakni Rp13,8 juta.
Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan Bogor, Depok, dan Bekasi adalah kota-kota di Jawa Barat yang banyak diincar oleh pembeli kalangan menengah dan menengah bawah di wilayah penyangga Jakarta.
"Karena harganya relatif lebih rendah jika dibandingkan kawasan Tangerang, namun memiliki sarana transportasi yang lebih memadai dan lebih beragam," jelasnya dalam riset, dikutip Kamis, 18 Juni 2020.
Marine menjelaskan bahwa dengan harga yang lebih rendah dan demand yang masih besar, pasar properti di Jawa Barat masih punya cukup ruang untuk berkembang dan melakukan penyesuaian harga.
Hal inilah yang menyebabkan pasar properti di Jawa Barat bisa lebih stabil dalam hal kenaikan harga. Sebaliknya, harga properti di Tangerang dan sekitarnya saat ini semakin sulit dijangkau oleh kalangan menengah dan menengah ke bawah.
"Kondisi ini belum akan berubah sepanjang kuartal kedua 2020 ini. Jawa Barat masih akan menjadi wilayah yang lebih stabil dibandingkan wilayah-wilayah penyuplai hunian lainnya, bahkan jika situasi pandemi ini masih akan berlangsung hingga akhir Mei atau awal Juni, seperti yang diperkirakan sejumlah pengamat," ungkap Marine.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News