NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Dunia Properti Lesu Jadi Momentum Tepat Beli Rumah Subsidi

Properti properti perumahan sejuta rumah
Antara • 17 Februari 2020 19:40
Batam: Kondisi dunia properti yang sedang lesu menjadi momentum tepat bagi milenial untuk membeli rumah subsidi. Sehingga pihak pengembang rumah terutama pemain besar, berlomba-lomba memberikan beragam kemudahan dan diskon, seperti DP rumah Rp0.
 
"Situasi ini dapat dimanfaatkan oleh para milenial, sebab kondisi begini tak lama. Jika perekonomian sudah normal, kemudahan-kemudahan itu biasanya akan dihilangkan," ujar Ketua Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Provinsi Kepri, kecuali Batam, Urip Widodo, kepada Antara, Senin, 17 Februari 2020.
 
Menurut dia, karakteristik rumah bukan semata-mata sebagai hunian, tapi sebuah investasi masa depan. Ketika sesorang tepat mengambil rumah di waktu yang tepat, dengan pilihan dan lokasi yang tepat pula, maka bakal mendatangkan keuntungan di kemudian hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Misalnya beli sekarang Rp146 juta, rumahnya bagus, row jalannya bagus, tata ruang bagus. Nilainya 3-4 tahun kemudian bisa Rp400 juta, artinya ada nilai investasi di situ," jelas dia.
 
Dia tak memungkiri, masalah cicilan rumah acap kali menjadi momok bagi milenial. Namun apabila sampai hari ini sudah punya pendapatan tetap, baik karyawan swasta, PNS, atau pengusaha, tak perlu khawatir.
 
Dalam aturan terbaru, menurut Urip, uang muka rumah subsidi semakin diperingan oleh pemerintah. Uang muka 0,5 persen untuk masyarakat umum dan sektor swasta, dan khusus PNS, TNI-Polri 0,1 persen.
 
"Kalau harga rumah Rp100 juta, masyarakat umum cukup bayar Rp5 juta. PNS dan TNI-Polri Rp1 juta," ujarnya.
 
Lebih lanjut, ia menilai secara umum anak-anak muda, khususnya di Kepri, porsi terbesarnya ialah gaya hidup, busana, gawai, nongkrong, dan sebagainya. Padahal anggatan itu bisa dimaksimalkan untuk sesuatu yang punya nilai.
 
Diakuinya, situasi ekonomi di Kepri tengah lesu, apalagi untuk menaikkan pendapatan. Namun, pendapatan yang ada bisa dikelola dengan lebih baik.
 
"Dengan mereduksi pengeluaran yang tak penting, dana itu bisa diambil buat beli rumah," sebut Urip.
 
Di tambah, dari tahun ke tahun harga rumah subsidi terus mengalami kenaikan. Pada 2018, tipe 36 dibanderol Rp136 juta, 2019 sebesar Rp146 juta, serta 2020 sudah Rp156 juta.
 
Data di Himperra Kepri, secara nasional pada 2020 ini kuota rumah subsidi yang ditetapkan pusat ada 102 ribu unit, senilai Rp11 triliun.
 
"Kalau untuk kuota di daerah sifatnya berdasarkan serapan. Siapa yang habis dulu, maka kuota akan ditambah oleh pusat. Khusus di Kepri, sekitar 90 persen, KPR rumah subsidi ditangani BTN," ucap Urip.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif