Emil Dardak dukung pembangunan hunian vertikal di Jatim. (Foto: Shutterstock)
Emil Dardak dukung pembangunan hunian vertikal di Jatim. (Foto: Shutterstock)

Alasan Emil Dardak Dukung Pembangunan Hunian Vertikal di Jatim

Properti apartemen
Amaluddin • 18 Juli 2019 11:40
Surabaya: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendukung pembangunan hunian vertikal atau high rise property di wilayahnya. Hal tersebut menjadi solusi bagi masyarakat memiliki hunian dengan harga lebih terjangkau.
 
"Pembangunan hunian memang sudah harus ke arah high rise. Kebetulan saya pernah menjadi Wakil Presiden Asosiasi Pemerintah Daerah se-Asia Pasifik. Kita bahas mengenai the future of cities rata-rata adalah compact city agar mobilitas bisa lebih efisien," kata Emil, saat menghadiri Peresmian Tower Caspian, Apartemen Grand Sungkono Lagoon Surabaya, Rabu, 17 Juli 2019.
 
Menurut Emil, pembangunan high rise di kota-kota besar seperti Surabaya sangat penting karena terkait mobilitas masyarakatnya. Selain itu, harga tanah semakin mahal sehingga landed house alias rumah tapak sulit terjangkau.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Misalnya, untuk lima ratus keluarga itu kalau disebar di landed house, katakan satu orang occupied seratus meter, artinya butuh lahan sekitar 50 hektare (ha). Tapi kebutuhan itu bisa dipenuhi hanya 3,5 ha oleh satu apartemen. Ini adalah bentuk efisiensi ruang yang bagus karena kita bisa mengakomodir lebih banyak orang di lahan yang terbatas," katanya.
Alasan Emil Dardak Dukung Pembangunan Hunian Vertikal di Jatim
(Foto: Medcom.id/Amaluddin)
Emil menambahkan, high rise property juga dapat menjadi penyeimbang bagi intensitas kepadatan penduduk di Jatim yang jumlahnya mencapai 40 juta orang. Utamanya yang berada di ring I, yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan.
 
"Kelima daerah itu berkontribusi bagi setengah perekonomian di Jatim. Dengan intensitas yang seperti ini jika tidak diimbangi dengan pengembangan properti, maka akan stuck karena tidak ada ruang lagi untuk developer. Jadi masyarakat yang memilih high rise property itu memang tepat untuk menuju kota yang lebih produktif," ujarnya.
 
Emil berpesan kepada pengembang untuk terus menjalin sinergi bersama pemerintah, terutama dalam mengembangkan hunian di lokasi yang strategis, khususnya yang dekat dan mudah dijangkau transportasi publik.
 
"Ke depan, kita bisa bersinergi bagaimana arah pengembangan-pengembangan strategis. Misalnya kalau di dalam wilayah Surabaya Metropolitan tentu arahnya adalah high rise. Kemudian kalau mau landed house di mana dan bagaimana sokongan atau dukungan dari transportasi publik yang memadai," ucap Emil.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat menyampaikan Jawa Timur memiliki posisi penting bagi perusahaannya. Pasalnya, dari 24 proyek yang tersebar di seluruh Indonesia, tujuh proyek di antaranya dibangun di Jatim, khususnya Surabaya.
 
"Dari sisi kontribusi revenue pada 2018, Jatim berkontribusi sebanyak 40 persen. Kami sangat berterima kasih kepada Pemprov Jawa Timur yang telah memberikan kelancaran bagi kami dalam berinvestasi," kata Taufik.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif