Rumah warga bisa dijadikan homestay untuk wisatawan yang menonton Moto GP. (Foto: Ilustrasi. Kementerian PUPR)
Rumah warga bisa dijadikan homestay untuk wisatawan yang menonton Moto GP. (Foto: Ilustrasi. Kementerian PUPR)

Sambut Penonton Moto GP di Mandalika, Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki

Properti sejuta rumah bedah rumah
Rizkie Fauzian • 16 September 2019 18:09
Jakarta: Sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH) yang berada di sekitar Kawasan Sirkuit MotoGP Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan mendapatkan bantuan bedah rumah.
 
Perbaikan rumah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas rumah masyarakat dan dapat dijadikan homestay bagi para wisatawan dan penonton yang akan datang menyaksikan MotoGP di NTB.
 
“Kami akan lakukan bedah rumah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni di Kawasan Sirkuit MotoGP Mandalika Lombok,” ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, beberapa waktu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Khalawi, rencana perhelatan ajang Moto GP di Indonesia khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika harus didukung oleh seluruh pihak. Pasalnya, selain bertaraf internasional, ajang Moto GP juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena akan banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke NTB.
 
Saat ini, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR akan memberikan dukungan dalam bentuk bantuan bedah rumah untuk masyarakat. Melalui program ini, RTLH di kawasan tersebut akan diberikan bantuan agar rumahnya menjadi lebih layak huni dan diharapkan bisa menjadi homestay bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke tempat itu.
 
Berdasarkan data yang ada, jumlah rumah yang akan mendapat bantuan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di NTB berjumlah 240 unit rumah.
 
Lokasi penyaluran program BSPS di Provinsi NTB berada di Kabupaten Lombok Tengah yakni di Kecamatan Pujut. Lokasi pembangunannya tersebar di enam desa yakni Segala Anyar, Kuta, Mertak, Sukadana, Sengkol, Rembitan.
 
“Jumlah bantuannya Rp17,5 juta per unit rumah. Masing-masing desa tersebut akan mendapat bantuan bedah rumah sebanyak 40 unit rumah. Kami menugaskan Satuan Non Vertikal tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi NTB untuk melakukan pengawasan dan pembangunan program bedah rumah di KSPN tersebut,” katanya.
 
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menyampaikan apresiasi kepada Ditjen Penyediaan Perumahan karena bantuan bedah rumah sangat membantu membantu masyarakat untuk menempati rumah yang lebih layak huni. Terkait dengan penataan RTLH, pihak Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga terus berkoordinasi dengan PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia Persero atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.
 
“Jumlah RTLH di Kabupaten Lombok Tengah berdasarkan data yang kami miliki ada sekitar 32.128 unit rumah. Sedangkan tahun 2019 ini alokasi BSPS dari Kementerian PUPR berjumlah 1.169 unit dan beberapa di antaranya untuk relokasi rumah masyarakat yang saat ini menempati lahan ITDC yang akan yang akan dijadikan sirkuit. Kami harap rumah di program ini bisa sebagai homestay bagi para penonton ketika moto GP berlangsung pada 2021," ujarnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif