Kuota rumah subsidi diharapkan naik tahun ini. dok. Kementerian PUPR
Kuota rumah subsidi diharapkan naik tahun ini. dok. Kementerian PUPR

Pengembang Minta Kuota Rumah Subsidi Ditambah

Properti perumahan sejuta rumah Penyediaan Rumah
Media Indonesia • 07 Januari 2020 17:00
Jakarta: Kredit Perumahan Rakyat (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun lalu telah habis sebelum akhir tahun. Meski demikian, pemerintah kembali menambah kuota di akhir tahun.
 
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Daniel Djumali mengutarakan harapannya agar pada 2020 tidak terjadi lagi kekurangan kuota rumah subsidi sebagaimana terjadi pada 2019.
 
"Apersi menghitung setidaknya dibutuhkan 260 ribu rumah subsidi pada 2020 yang dapat dipenuhi dari tiga skema program pembiayaan perumahan pemerintah," jelasnya saat dihubungi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sinergi tiga skema itu, yakni FLPP, Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan (BP Tapera).
 
"Setidaknya tahun depan minimal terdapat kuota 200 ribu unit dari FLPP, 50 ribu unit dari BP2BT, dan 10 ribu unit dari BP Tapera," jelasnya.
 
Daniel mengingatkan kepada pemerintah agar dapat menyesuaikan dana subsidi program dengan kebutuhan yang ada. Jangan sampai ketika pengembang rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang sudah selesai membangun rumah dan siap akad, tetapi KPR oleh MBR terhambat lantaran kuota subsidi terbatas.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif