Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid . Foto: Kementerian PUPR
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid . Foto: Kementerian PUPR

Dana Rp58,2 Miliar untuk Bangun 733 Hunian Pariwisata di Yogyakarta

Properti candi borobudur pariwisata infrastruktur Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 24 Oktober 2020 13:21
Yogyakarta: Pemerintah terus mendorong upaya pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas rumah masyarakat di kawasan pariwisata.
 
"Salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang tengah dikembangkan oleh Kementerian PUPR adalah Borobudur," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis, Sabtu, 24 Oktober 2020.
 
Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan Rp58,2 miliar untuk pembangunan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di KSPN Borobudur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sarhunta dilaksanakan dengan meningkatkan kualitas rumah masyarakat di sepanjang koridor tempat pariwisata sekaligus dapat menjadi homestay bagi wisatawan yang berkunjung dan ingin menikmati keindahan Candi Borobudur.
 
"Adanya penataan koridor dan program homestay diharapkan mampu menciptakan penataan ruang dan kebutuhanpublik yang sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal budaya daerah," ujarnya.
 
Progam Sarhunta ini sangat bagus untuk mengembangkan tempat wisata di Indonesia sehingga dapat mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.
 
"Jumlah Sarhunta yang kami bangun di KSPN Borobudur adalah sebanyak 733 unit yang terbagi sebanyak 355 unit pembangunan koridor sedangkan Homestay sebanyak 378 unit yang terbagi menjadi tiga tahap pembangunan yaitu tahap 1 sebanyak 80 unit, tahap II sebanyak 115 unit , tahap III sebanyak 183 unit dan tersebar di dua kecamatan yaitu kecamatan Borobudur dan Kec. Mungkit," jelasnya.
 
Dalam kegiatan tersebut, Khalawi juga meninjau langsung ke lapangan dan mendorong para tukang untuk tetap bekerja sebaik mungkin dan mematuhi protokol kesehatan.
 
"Progres pembangunan homestay tahap I telah mencapai 80 persen dan di pastikan akan selesai dua minggu lagi sedangkan untuk tahap II masih 15 persen dan tahap UII baru akan berjalan, diperkirakan 298 unit tersebut akan selesai di Desember," ungkap Khalawi.
 
Lebih lanjut, Khalawi menerangkan, bentuk dukung pengembangan KSPN Borobudur, Kementerian yang dilaksanakan antara lain dengan meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Hal tersebut bertujuan untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
 
"Selain infastruktur jalan, sarana air bersih dan juga yang terpenting dalam kawasan wisata adalah mengubah wajah rumah masyarakat yang tidak layak huni menjadi layak huni dan juga multifungsi, yaitu selain untuk menjadi tempat tinggal yang layak dapat juga menjadi tempat usaha, seperti rumah sewa atau homestay," katanya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif