Perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh melalui program KOTAKU. Foto: Kementerian PUPR
Perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh melalui program KOTAKU. Foto: Kementerian PUPR

Kurangi Kawasan Kumuh, Program Kotaku Capai Progres 70%

Properti infrastruktur pemukiman kumuh permukiman Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 30 Oktober 2020 20:41
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan Padat Karya Tunai (PKT), salah satunya Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang dilaksanakan di 364 kelurahan dengan anggaran senilai Rp390,5 miliar.
 
"Hingga 29 Oktober 2020 progres keuangan KOTAKU mencapai 72,32 persen dan progres fisik sebesar 69,13 persen. Kegiatan ini telah menyerap lebih dari 7.000 tenaga kerja," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 Oktober 2020.
 
KOTAKU dilakukan melalui pembangunan Infrastruktur Skala Lingkungan reguler berupa perbaikan saluran drainase, perbaikan jalan lingkungan, dan pembangunan septic tank biofil komunal, juga rehabilitasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa kegiatan KOTAKU di antaranya pembangunan empat unit MCK komunal di Kelurahan Seketeng, Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pembangunan MCK ini menyerap 20 orang tenaga kerja dan memberikan manfaat bagi 36 jiwa.
 
Selanjutnya di Kelurahan Layana Indah Kota Palu dilaksanakan Program KOTAKU berupa pekerjaan box culvert sepanjang 10 meter dengan melibatkan sebanyak 12 tenaga kerja.
 
Program KOTAKU merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian PUPR dan pemerintah daerah dalam mendorong dan memberdayakan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasannya.
 
"Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok. Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol physical and social distancing untuk pencegahan penyebaran covid-19," ujarnya.
 
Diharapkan melalui pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat, baik sosial dan ekonomi serta berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran akibat covid-19.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif