BI akan naikkan bunga acuan, Dirut BTN: Semoga <i>nggak</i>
Mitra pengemudi GrabBike mengisi formulir pengajuan KPR bersubsidi di Kantor Pusat Bank BTN, Jl Gajah Mada, Jakarta, Selasa (15/5/2018)
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memberi sinyal berencana menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate. Langkah tersebut untuk meredam pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus Rp 14 ribu.

"Semoga tidak ada kenaikan suku bunga," kata Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono di Gedung BTN, Jakarta, Selasa (15/5/2018).


Namun jika akhirnya BI menaikkan suku bunga acuan, otomatis perbankan menaikkan suku bunga kredit termasuk KPR. Maryono berharap bila itu yang terjadi, maka tidak terlalu besar kenaikannya sehingga pengaruhnya terhadap KPR tidak signifikan.

"Sebab stuktur ekonomi Indonesia sudah bagus, sudah on track seperti rencana pemerintah," tambahnya di sela peresmian kerjasama Bank BTN dengan Grab Indonesia untuk penyediaan KPR bersubsidi bagi mitra pengemudi ojek online.

Saat ini BI masih mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate pada posisi 4,25%. Rencananya kenaikan suku bunga tersebut akan diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 16-17 Mei 2018.



Kerja sama antara Bank BTN dengan Grab Indonesia adalah pilot project pengadaan KPR bersubsidi bagi pekerja sektor informal berpendapatan tidak tetap. Tahap awal menyasar 1800 mitra pengemudi GrabBike di Jabodetabek.

Kepada mereka difasilitasi memberi rumah layak huni murah dengan nilai cicilan Rp 48 ribu per hari hingga maksimal 20 tahun. Untuk mengikuti program ini pengojek online harus menyetorkan uang muka senilai Rp 4 juta.



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id