Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta). Foto: Kementerian PUPR
Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta). Foto: Kementerian PUPR

529 Rumah di Manado Direvitalisasi Jadi Homestay

Properti program sejuta rumah Penyediaan Rumah Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 09 Maret 2021 20:42
Likupang: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan membangun dan merevitalisasi 529 unit rumah. Hal tersebut mendorong potensi wisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Likupang, Manado di Provinsi Sulawesi Utara. 
 
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) berupa bantuan peningkatan kualitas rumah swadaya untuk usaha pondok wisata (homestay) dan usaha pariwisata lainnya. 
 
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menjelaskan, Sarhunta ini bertujuan untuk mendukung pemulihan pariwisata daerah. Selain itu juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang juga terdampak pandemi covid-19. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami berharao Program Sarhunta ini bisa bermanfaat dalam hal peningkatan kualitas rumah masyarakat di sekitar KSPN Likupang – Manado," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Maret 2021. 
 
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I, Hujurat menjelaskan, jumlah bantuan peningkatan kualitas rumah swadaya untuk usaha pondok wisata (homestay) sebesar Rp36,74 miliar. Dana dialokasikan untuk meningkatkan kualitas rumaha tidak layak huni yang ada di beberapa lokasi yang ada di KSPN tersebut. 
 
Berdasarkan data yang ada, bantuan Sarhunta tersebut disalurkan untuk 263 unit yang terdapat di tiga Desa yaitu Marinsow, Pulisan, Kinunang dan satu Kelurahan di Pulau Bunaken. 
 
Pihaknya juga berharap Sarhunta yang sudah selesai dibangun Kementerian PUPR bisa dimanfaatkan dan dipromosikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sehingga lebih banyak wistawan yang berkunjung ke Likupang sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat serta peningkatan terhadap sektor pariwisata.
 
Rumah warga yang dijadikan homestay juga sangat nyaman karena fasilitas untuk penginapan sangat lengkap baik dan aman. Para wisatawan juga bisa berinteraksi langsung dengan penduduk dan desain rumahjuga menonjolkan budaya dan kearifan lokal.  
 
“Seluruh homestay yang sudah rampung 100 persen  sudah mulai disewakan ke wisatawan dengan biaya sewa per malam nya Rp200 ribu. Selain itu ada jenis bantuan peningkatan kualitas tanpa fungsi yang terdapat di sepanjang koridor KSPN Likupang berjumlah 266 unit progresnya sudah hampir rampung 100 persen,” jelasnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif