Melansir berbagai sumber, manusia menghabiskan hampir 90 persen waktunya di dalam ruangan. Hal ini membuat kualitas udara di dalam rumah menjadi faktor penting yang tak boleh diabaikan.
Paparan bahan kimia dari produk rumah tangga tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memicu keracunan, gangguan pernapasan, hingga kerusakan lingkungan dalam rumah.
Barang di rumah yang perlu diwaspadai
.jpg)
Barang di rumah yang perlu diwaspadai. Foto: Freepik
Berikut beberapa barang di rumah yang perlu diwaspadai:
1. Kapur barus
Kapur barus sering digunakan untuk mengusir serangga. Namun, uap yang dihasilkan mengandung zat seperti paradiklorobenzena dan naftalena yang berbahaya jika terhirup berlebihan. Paparan jangka panjang dapat memicu gangguan kesehatan, termasuk kerusakan sel darah.2. Pengharum ruangan dan cairan pembersih
Produk ini dapat melepaskan polutan seperti eter glikol dan terpen, terutama jika digunakan di ruang tertutup tanpa ventilasi. Penggunaan berlebihan bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan.3. Pembersih karpet dan furnitur
Bahan kimia dalam pembersih karpet dapat menghasilkan uap yang memicu pusing, mual, bahkan risiko penyakit serius. Disarankan digunakan di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.4. Deterjen cucian
Deterjen mengandung enzim yang efektif membersihkan kotoran, namun bisa berbahaya jika terhirup atau tertelan. Paparan berlebih dapat memicu gangguan pernapasan seperti asma.5. Cat
Uap dari cat, terutama berbasis pelarut, dapat menyebabkan iritasi hingga efek seperti pusing dan euforia. Pastikan ventilasi ruangan baik saat proses pengecatan berlangsung.Mengurangi risiko paparan bahan berbahaya di rumah bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti memastikan ventilasi yang baik, tidak menggunakan produk secara berlebihan, serta mempertimbangkan alternatif bahan alami.
Rumah yang nyaman tidak hanya dilihat dari kebersihan, tetapi juga dari keamanan bahan yang digunakan. Dengan lebih selektif dalam memilih produk, risiko kesehatan bagi seluruh anggota keluarga dapat diminimalkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News