AHY menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Indonesia Economic Summit (IES) 2026.Menurut dia, semangat utama gentengisasi yang merupakan bagian dari program pembangunan rumah rakyat adalah mengatasi persoalan backlog perumahan yang masih tinggi.
Pemerintah mencatat, saat ini terdapat sekitar 9,9 juta kepala keluarga yang belum memiliki rumah sendiri. Selain itu, sebanyak 26,9 juta kepala keluarga lainnya masih tinggal di rumah tidak layak huni.
“Filosofinya atau semangatnya adalah selain kita ingin mengentaskan housing backlog 9,9 juta kepala keluarga yang belum punya rumah sendiri, dan 26,9 juta kepala keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni, tentu program pembangunan rumah rakyat ini utamanya untuk membantu masyarakat prasejahtera,” kata AHY dikutip dari Antara, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia memastikan akan terus mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat realisasi program tersebut melalui koordinasi lintas sektor, terutama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
AHY menekankan bahwa pembangunan kawasan permukiman tidak hanya berfokus pada penyediaan unit rumah, tetapi juga harus dibarengi dengan penyediaan infrastruktur dasar yang memadai, seperti jalan lingkungan dan akses air bersih.
Selain pembangunan rumah baru, pemerintah juga menggulirkan berbagai program renovasi melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program ini menyasar perbaikan sanitasi, MCK, hingga kondisi atap rumah warga yang kerap tidak layak, sejalan dengan konsep gentengisasi.
“Harapannya, dengan menggunakan produk-produk yang lebih kuat, contohnya menggunakan genteng, rumah bisa lebih baik lagi, tidak panas, dan tampil lebih rapi,” ujar AHY.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto juga memperkenalkan gerakan Indonesia Asri yang mengusung nilai aman, sehat, resik, dan indah. Menurut AHY, gerakan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia di mata dunia.
“Ini bukan hanya untuk membuat masyarakat hidup lebih berkualitas dan merasa nyaman tinggal di lingkungannya sendiri, tetapi juga bagaimana Indonesia dapat meningkatkan wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Kita ingin meningkatkan potensi pariwisata melalui gerakan Indonesia Asri,” katanya.
Ke depan, AHY memastikan arahan Presiden terkait gentengisasi dan gerakan Indonesia Asri akan diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan nasional, termasuk pembangunan perumahan rakyat.
“Kita akan menginkorporasikan apa yang menjadi direktif beliau tersebut dalam perencanaan pembangunan, termasuk pembangunan perumahan, termasuk juga urusan atap dan genteng,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginginkan adanya gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau “gentengisasi” sebagai bagian dari upaya memperindah wajah Indonesia.
Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, Presiden menyebut penggunaan atap seng masih banyak mendominasi rumah-rumah di Indonesia.
Menurut Presiden, kondisi tersebut tidak hanya membuat lingkungan terlihat kurang indah, tetapi juga berdampak pada kenyamanan penghuni rumah karena atap seng cenderung panas dan mudah berkarat.
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Ia menambahkan, proyek gentengisasi nasional akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai ujung tombak produksi genteng di tingkat lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News