Jemaat menunggu giliran menziarahi ceruk di dalam gua yang diyakini tempat peraduan Yesus Kristus ketika lahir. Bangunan gereja dibangun tepat di atas gua sakral tersebut. AFP Photo/Thomas Coex
Jemaat menunggu giliran menziarahi ceruk di dalam gua yang diyakini tempat peraduan Yesus Kristus ketika lahir. Bangunan gereja dibangun tepat di atas gua sakral tersebut. AFP Photo/Thomas Coex

'Benteng' Kelahiran Yesus di Tengah Perang Palesina

Properti palestina gereja natal
Rizkie Fauzian • 28 Desember 2018 07:07
Betlehem: Sejak berabad-abad silam sengketa terus terjadi Palestina. Banyak bangunan hancur, tak terkecuali tempat ibadah umat Islam, Nasrani dan Yahudi.

Church of Nativity yang berada di selatan Yerusalem ini juga tak lepas dari tembakan peluru pasukan Israel. Pada 2002, bagian depan gereja di atas goa yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus tersebut rusak akibat tembakan.

Pada saat serangan terjadi, sekitar 100 orang warga Palestina berlindung di dalam gereja yang dibangun di abad ke-4 atas perintah Ibunda Kaisar Romawi Consstantine ini. Di dalam suasana perang pula sejak 2013 secara bertahap Pemerintah Palestina dibantu Vatikan dan UNESCO melakukan restorasi hingga Church of Nativity dinyatakan dapat digunakan kembali pada Natal tahun ini

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




Pintu masuk gereja sangat kecil. Konon sengaja dibuat sekecil itu agar jemaat membungkukkan diri yang merupakan simbol penghormatan, kerendahan hati dan tanggalnya atribut duniawi. AFP Photo/ Musa Al Shaer


baca juga: Gereja yang sempat hilang terbakar


Berada di kawasan perang, membuatnya seringkali terkena tembakan. Bahkan konstruksi Church of Nativity pernah hancur akibat dilahap api hingga struktur asli bangunan sempat diyakini telah 'hilang' akibat kebakaran. Bangunan gereja kembali diperbaiki dan diperluas pada abad ke-6. Selama masa tersebut banyak terjadi peperangan, sehingga kembali diperbaiki pada abad ke-19.


AFP Photo/Thomas Coex

Bentuk gereja yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia tersebut menyerupai tembok benteng. Gereja dikelilingi oleh biara Orthodox, Armain dan Katolik Roma.

Pemandangan interior gereja didominasi dereten pilar di kiri-kanan lorong utama dan berakhir di depan ruang altar. Semua ornamen pilar-pilar itu serba warna emas. Perlu waktu lama untuk merestorasi dan mempertahankan keutuhan gereja.
 

baca juga: Restorasi ikonografi Gereja Kelahiran Yesus



AFP Photo/Thomas Coex

Di sepanjang dinding interior Church of Nativity berderet ikonografi yang berkisah tentang sejarah perjalanan Yesus Kristus. Butuh waktu lebih dari satu tahun untuk merestorasi deretan ikonografi seluas 125 meter persegi dari total 2 ribu meter persegi buatan abad ke-12 itu.

Sayangnya sisa ikonografi lain rusak akibat perang, gempa bumi dan suhu lembab. Untungnya masih ada beberapa puing-puing ikonografi yang berhasil dipulihkan bisa dinikmati jemaat dari berbagai negara pada Natal tahun ini.

"Ikonografi ini terbuat dari lapisan emas yang ditempelkan di antara dua piringan kaca besar. Hanya wajah dan anggota badan yang digambar dengan batu-batu kecil,” ujar Marcello Piacenti, pengawas proyek dari sebuah perusahaan restorasi di Italia, sebagaimana dilansir AFP.

 


(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi