Suasana interior sebuah co-working space di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Antara Foto/Dhemas Revianto
Suasana interior sebuah co-working space di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Antara Foto/Dhemas Revianto

Co-Working Space 'Selamatkan' Bisnis Perkantoran

Properti perkantoran bisnis properti
Rizkie Fauzian • 24 Desember 2018 11:11
Jakarta: Menjamurnya co-working space di Jakarta rupanya tidak mengancam bisnis ruang perkantoran. Malahan menambah penyerapan ruang perkantoran di pusat-pusat bisnis Jakarta yang tingkat kekosongan mencapai 25 persen.

Tingkat kekosongan yang 25 persen itu meningkat dari tahun lalu yang 21 persen. "Pasokan baru yang masuk ke pasar melimpah," kata Head of Research Savills Indonesia, Anton Sitorus.

Para pemain co-working ini terus bertambah setiap tahunnya, baik dari lokal maupun luar negeri. Beberapa bahkan sangat agresif menambah outlet agar menambah market share.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




We Work adalah jaringan usaha co-working space dari luar negeri yang sudah menikmati pasar Jakarta. AFP Photo "Kita sebenarnya masih dalam tahap mencari tahu seberapa besar marketnya, tapi bisa banyak. Jenis perusahaannya biasanya yang baru dibuka seperti start-up," sambungnya dalam paparan hasil survey tentang tren pusat perbelanjaan di Jakarta akibat perubahan pola daya beli konsumen.

Co-working space juga bisa digunakan sebagai alternatif perusahaan asing yang ingin melakukan ekspansi ke Indonesia. Terutama karena harga sewa perkantoran konvensional semakin mahal.

"Kalau dulu ngantor di service office atau virtual office yang mahal, sekarang ada opsi co-working space. Harga lebih bagus, mereka bisa lebih memilihnya," jelasnya.
 

Banyak perkantoran kosong, harga sewa tertekan


Savills Indonesi perkirakan tingkat kekosongan ruang kantor tahun depan akan meningkat. Bahkan tingkat kekosongan ruang kantor grade A di pusat bisnis Jakarta bahkan mencapai 30 persen.

"Meski penyerapan meningkat, tetapi vacancy masih banyak. Sudah terjadi sejak 2015 dan jadi tantangan bagi pemilik perkantoran di kawasan pusat bisnis," ungkap Anton.


Tingkat kekosongan ruang perkantoran ini tentunya menekan harga sewa hingga tahun depan. Hal ini menurut Anton kesempatan untuk tenant melakukan negosiasi harga atau ekspansi ruang kantor.

"Ini bisa jadi kesempatan yang masih jarang. Landlord akan bersedia negosiasi demi mempertahankan tingkat okupansi mereka," paparnya.

 


(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi