Ilustrasi: Pengunjung memadati area pameran Indonesia Property Expo 2016 di Jakarta Convention Center (Foto:MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi: Pengunjung memadati area pameran Indonesia Property Expo 2016 di Jakarta Convention Center (Foto:MI/Panca Syurkani)

Kuota KPR Subsidi BTN Habis, Pemerintah Evaluasi Bank Lain

Properti kpr
Rizkie Fauzian • 20 Juni 2019 10:59
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan kuota penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun ini hampir habis. Lantas, bagaimana nasib program rumah bersubsidi?
 
"Jadi, yang habis itu jatah untuk BTN saja, tapi bank lain masih ada. Kita akan evaluasi bank lainnya," kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu, 19 Mei 2019.
 
BTN saat ini memiliki kuota 127.104 unit, terdiri atas 28.744 unit FLPP dan 98.360 unit selisih suku bunga (SSB). Kuota BTN berkisar 75 persen dari total kuota anggaran pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk FLPP sudah habis dan untuk SSB tersisa 30 ribu-an unit. Kami perkirakan Juli akan habis. Itu hanya kuota BTN, tapi kan masih ada di bank-bank lainnya," kata Direktur Konsumer Bank BTN Budi Satria.
 
Lebih lanjut dijelaskan Khalawi, pihaknya belum mengetahui apakah BTN akan mendapatkan alokasi atau kuota tambahan. Namun, ia memastikan akan ada evaluasi dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) terhadap penyaluran subsidi 24 bank lainnya.
 
"Pertama, kita akan evaluasi apakah kuota yang diberikan ke bank lain efektif apa tidak. Kalau tidak, ya harus segera dimanfaatkan daripada kosong. Kedua, kita akan coba menyusun apakah masih dibutuhkan tambahan atau enggak karena ini kan bergantung pada keuangan," ucap Khalawi.
Kuota penyaluran FLPP tahun ini angkanya naik dari 56 ribu menjadi 60 ribu. Jikalau kuota FLPP turun, tak perlu khawatir. Khalawi menegaskan masih ada program perumahan lainnya.
 
"Selain FLPP, kita punya BP2PT bantuan berbasis tabungan. Sebenarnya itu kurang lebih ada 50 ribu juga tahun ini. Itu yang belum banyak masyarakat tahu," katanya.
 
Khalawi menambahkan, sejauh ini penyaluran subsidi oleh perbankan lain belum mencapai 50 persen. Penyaluran dilakukan oleh 25 bank pelaksana yang terdiri atas empat bank umum nasional, dua bank umum syariah, 13 bank pembangunan daerah, dan enam bank pembangunan daerah syariah.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif