Harga Rumah Naik 0,5% pada Q-III 2017
Proyek pembangunan perumahan di kawasan pemukiman baru di luar Jakarta, Antara Photo/Aji Setyawan
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat harga properti residensial di pasar primer tumbuh 0,5 persen (qtq) hingga September lalu. Pertumbuhan tersebut lebih rendah bila dibanding sebelumnya yang tumbuh sebesar 1,18 persen (qtq).

Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, kenaikan harga properti terjadi di semua tipe rumah. Kenaikan terbesar di rumah tipe menengah.


Lokasi dengan kenaikan tertinggi adalah di Bandar Lampung.  Secara tahunan, indeks harga properti juga tumbuh sebesar 3,32 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan 3,17 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Hal serupa terjadi pada volume penjualan properti residensial. Tercatat meningkat 2,58 persen (qtq) yang meski melambat dibandingkan sebelumnya yang sebesar 3,61 persen (qtq). Menurut BI kondisi tersebut sejalan dengan masih terbatasnya permintaan terhadap rumah hunian, di samping faktor suku bunga KPR yang masih relatif tinggi.

Sebanyak 56,75 persen pengembang menyatakan dana internal perusahaan masih menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial.  Sementara 76,42 persen konsumen menyatakan bahwa fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id