Perumahan subsidi di Kabupaten Garut. Foto: SiKumbang Kementerian PKP
Perumahan subsidi di Kabupaten Garut. Foto: SiKumbang Kementerian PKP

5 Rumah Subsidi di Tarogong Kaler Garut Mulai Rp150 Juta

Rizkie Fauzian • 03 Maret 2026 12:53
Ringkasnya gini..
  • Lima perumahan subsidi di Tarogong Kaler menawarkan harga mulai Rp150 jutaan dengan luas tanah 60 meter persegi.
  • Data Sikumbang Kementerian PKP mencatat proyek hunian dikembangkan sejumlah pengembang lokal dengan total ratusan unit tersedia.
  • Berlokasi di desa Tanjung Kamuning hingga Sirnajaya, rumah subsidi ini cocok bagi MBR yang mencari hunian sejuk di kawasan Garut.
Jakarta: Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, menawarkan beragam pilihan hunian dengan suasana sejuk khas dataran tinggi serta aksesibilitas yang cukup baik. Sebagai wilayah strategis di Jawa Barat, Tarogong Kaler memiliki potensi di sektor pertanian, perkebunan, hingga pariwisata yang terus berkembang.
 
Secara geografis, kawasan ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Tarogong Kidul dan Kecamatan Samarang di sebelah selatan, serta Kecamatan Banyuresmi di sebelah timur, sehingga menjadi lokasi yang cukup ideal bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah Garut.
 
Berdasarkan data Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), berikut sejumlah rekomendasi rumah subsidi di Tarogong Kaler.

Rekomendasi rumah subsidi di Tarogong Kaler

5 Rumah Subsidi di Tarogong Kaler Garut Mulai Rp150 Juta
Perumahan subsidi di Kabupaten Garut. Foto: SiKumbang Kementerian PKP
 

1. Perumahan Bukit Dfayu Residence

Berlokasi di Desa Tanjung Kamuning, hunian ini dikembangkan oleh PT Bumi Dfayu Parahyangan. Proyek ini menyediakan 172 unit rumah subsidi dengan harga Rp166 juta per unit.
 
Setiap rumah berdiri di atas lahan 60 meter persegi dengan luas bangunan 30 meter persegi, terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi.

Spesifikasi bangunan meliputi atap baja ringan dengan genteng metal, dinding bata diplester dan diaci, lantai keramik 40x40, serta pondasi batu kali.

2. Griya Bumi Kamuning

Masih berada di Desa Tanjung Kamuning, perumahan ini dikembangkan oleh PT Bakti Harapan Jaya dengan total 161 unit seharga Rp162 juta.
 
Rumah memiliki luas bangunan 34 meter persegi di atas lahan 60 meter persegi. Fasilitasnya mencakup dua kamar tidur dan satu kamar mandi.
 
Spesifikasi meliputi dinding bata merah, atap metal berpasir, lantai keramik 40x40, serta pondasi batu kali.

3. Cemara Pandan Indah

Terletak di Desa Sirnajaya, rumah subsidi ini dikembangkan oleh PT Djibril Cemara Oetama dengan total 138 unit subsidi.
 
Tersedia tiga pilihan harga tipe pertama: Rp150,5 juta, kedua (PMK 2023): Rp162 juta, dan ketiga (PMK 2024): Rp166 juta.
 
Ketiga tipe memiliki luas bangunan 34 meter persegi di atas lahan 60 meter persegi, dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi.
 
Spesifikasi mencakup atap baja ringan dan genteng metal pasir, dinding bata merah diplester dan dicat, lantai keramik 40x40, struktur beton bertulang, serta pondasi batu kali.

4. Panorama Sirnajaya Residence

Berlokasi di Desa Sirnajaya, proyek ini dikembangkan oleh PT Halimanu Jaya Perkasa dengan total 114 unit rumah subsidi seharga Rp166 juta.
 
Hunian memiliki luas tanah 60 meter persegi dan luas bangunan 34 meter persegi, terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi.
 
Spesifikasi meliputi dinding bata merah diplester dan dicat, atap spandek pasir metal, serta pondasi tapak beton bertulang dengan finishing semen halus.

5. Bumi Rancabango Permai II

Berlokasi di Desa Rancabango, perumahan ini dikembangkan oleh PT Raza Putra Mahkota. Total tersedia 95 unit rumah subsidi dengan harga Rp150,5 juta.
 
Rumah memiliki luas bangunan 34 meter persegi di atas lahan 60 meter persegi, dilengkapi dua kamar tidur dan satu kamar mandi.
 
Spesifikasi bangunan mencakup dinding bata merah, atap genteng metal, lantai keramik, serta pondasi batu kali.
 
Dengan harga mulai Rp150 jutaan dan lokasi yang relatif strategis di Garut, pilihan rumah subsidi di Tarogong Kaler dapat menjadi alternatif bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang ingin memiliki hunian dengan suasana sejuk dan lingkungan yang berkembang. (Syarifah Komalasari)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA