Salah satu perumahan berbasis komunitas di Palembang. (Foto: dok: Kementerian PUPR)
Salah satu perumahan berbasis komunitas di Palembang. (Foto: dok: Kementerian PUPR)

Pemda Diminta Dorong Perumahan Berbasis Komunitas

Properti sejuta rumah
Rizkie Fauzian • 22 Juli 2019 09:31
Palembang: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong pemerintah daerah dan pengembang untuk membangun perumahan berbasis komunitas. Untuk itu, pemerintah berharap Pemda bisa membantu mengkoordinir komunitas yang ada di daerah dalam memiliki rumah layak huni.
 
"Kami siap melaksanakan koordinasi teknis dengan Pemda dan pengembang untuk penyelenggaraan bantuan rumah berbasis komunitas di daerah," ujar Direktur Rumah Umum dan Komersial (RUK) Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Yusuf Hariagung dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Juli 2019.
 
Perumahan Bhayangkara Praja Sriwijaya (BPS) Land merupakan salah satu lokasi perumahan yang dipersiapkan untuk pembangunan rumah berbasis komunitas di antaranya ASN, dan anggota TNI/ Polri. Pihaknya siap memberikan sosialisasi, informasi serta kebijakan dari pemerintah dalam bidang perumahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada dasarnya perumahan berbasis komunitas adalah kolaborasi bersama stakeholder untuk mewujudkan perumahan bagi kelompok masyarakat tertentu. BPS Land ini dilakukan pengembang, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan perbankan, mereka membentuk bersama untuk mendorong agar terciptanya masyarakat untuk komunitas tertentu," ujarnya.
 
Bantuan yang akan diberikan Kementerian PUPR untuk membantu pembangunan rumah berbasis komunitas BPS Land adalah memfasilitasi bantuan Prasarana, sarana dan utilitas (PSU) yang berupa jalan lingkungan oleh pemerintah.
 
"Nantinya komunitas yang akan menempatinya adalah ASN, TNI, dan Polri. Rumah ini progres pembangunannya sangat cepat. InsyaAllah kami berharap Wakil Presiden Republik Indonesia bisa melakukan groundbreaking perumahan komunitas ini," harapnya.
 
Perumahan BPS Land rencananya dibangun dengan dua tipe. Pertama adalah Agatis dengan luas bangunan tipe 36 dan luas tanah 72 meter persegi. Sedangkan tipe kedua adalah Mahoni dengan ukuran bangunan tipe 45 dan luas tanah 98 meter persegi. Adapun harga jual per unit rumah adalah mulai dari harga Rp140 juta.
 
"Luas lahan yang kami siapkan untuk pembangunan BPS Land adalah 50 hektare. Sudah ada sekitar 3.000 rumah yang dipesan oleh komunitas di Palembang ini," ungkap Direktur PT Cipta Arsigriya Dani Candra Wijaya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif