Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) masih dalam tahap uji coba. Foto: Kementerian PUPR
Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) masih dalam tahap uji coba. Foto: Kementerian PUPR

Syarat Pengajuan Rumah Subsidi, BP Tapera Gunakan SiPetruk Tahun Depan

Properti Program Sejuta Rumah Tapera rumah tapak Kementerian PUPR Rumah Subsidi FLPP
Rizkie Fauzian • 22 September 2021 22:33
Jakarta: Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) yang dikembangkan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR masih dalam tahap uji coba oleh para pengembang perumahan. 
 
Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan, aplikasi berbasis Android ini, proyek percontohannya akan mulai dilakukan pada oktober mendatang.
 
"Harapannya, Sipetruk nantinya diterapkan sepenuhnya pada awal tahun 2022 mendatang oleh BP Tapera," jelasnya dikutip dari laman resmi PPDPP, Rabu, 22 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aplikasi yang bertujuan untuk memastikan hunian yang dibangun sesuai ketentuan pemerintah ini menjadi syarat wajib bagi para pengembang dalam mengajukan rumah subisidi ke dalam aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang).
 
"PPDPP akan segera menentukan lokasi perumahan yang akan menjadi proyek percontohan dari usulan yang disampaikan oleh para asosiasi pengembang yang aktif di SiKumbang," ungkapnya.
 
Arief menekankan kepada para pengembang bahwa keberadaan SiPetruk bukan sebagai tugas tambahan bagi para pengembang. Keberadaan SiPetruk justru menjadi wujud pelaksanaan dari perbaikan tata kelola bantuan pembiayaan rumah subsidi dengan memanfaatkan teknologi. 
 
"Justru ini akan membantu para pengembang perumahan dalam memantau proyek perumahan yang dibangun oleh para kotraktor di lapangan. Kami akan menyiapkan desk bagi para pengembang, sehingga nanti akan terlihat perkembangan rumahnya melalui visual (foto) lewat SiPetruk," ujar Arief.
 
Lebih lanjut Arief menyampaikan, bahwa penerapan proyek percontohan SiPetruk ini membutuhkan peran serta dan dukungan dari para asosiasi pengembang. Hal tersebut dikarenakan dalam proses kerjanya, SiPetruk menggunakan Artificial Intelegent (AI) yang menerapkan teknologi recognize object, sehingga membutuhkan database dokumentasi konstruksi di lapangan. 
 
"Database ini akan menjadi panduan AI SiPetruk dalam mengidentifikasi foto yang diajukan. Ini juga dapat mengakomodir para pengembang yang menerapkan kearifan lokal dalam membangun rumahnya, karena tiap daerah di Indonesia kondisinya berbeda-beda," katanya. 
 
Dalam menerapkan SiPetruk, Manajemen Konstruksi (MK) yang bertugas memantau pembangunan rumah di lapangan akan mengunggah foto sesuai isian yang diminta oleh SiPetruk. Apabila terjadi masalah jaringan, SiPetruk tetap dapat dioperasikan sepanjang ponsel yang digunakan mengaktifkan Global Positioning System (GPS). 
 
"Untuk memenuhi isian SiPetruk, saat ini kami baru memprioritaskan aspek isian Keselamatan dan Kesehatan terlebih dahulu, ada sekitar 30 isian," ujar Arief. 
 
Arief juga mengutarakan bahwa output dari penerapan SiPetruk ini adalah Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang nantinya dapat menjadi rujukan bagi bank pelaksana maupun tindaklanjut pada Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) PUPR yang saat ini menjadi hal wajib bagi para pengembang perumahan.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif