Jembatan Baja Ini Hasil Cetak 3D <i>lho..</i>
Proyek baja pertama yang dicetak dengan printer 3D ketika dipamerkan dalam Dutch Design Week di Eindhoven yang berlangsung pada 20 hingga 28 Oktober lalu. dezeen/Adriaan de Roots
Amsterdam:Teknologi cetak 3D semakin diminati dan menarik perhatian banyak kalangan. Jika sebelumnya Belanda membuat rumah dengan teknik cetak 3D, kali ini jembatan baja.

Perusahaan robotik, MX3D berhasil menyelesaikan konstruksi sebuah jembatan bagi pejalan kaki sepanjang 12 meter. Jembatan 3D pertama di dunia tersebut rencananya bakal aplikasilkan di penyeberangan antar kanal di Oudezijds Achterburgwal, Amsterdam.


"Kami berharap itu akan dipasang di musim panas. Kami baru saja memulai proses perizinan dan kita mendapatkan respon yang positif dari hasil tes," kata salah seorang dari MX3D dilansir Dezeen.

Jembatan ini dicetak dengan 'tinta baja' yang disemprotkan dari enam nozzle tangan robotik printer 3D raksasa. Maksud 'tinta baja' di sini adalah baja cair yang ditampung dalam wadah seperti printer pada umumnya.


all photos: dezeen/Adriaan de Groot

Selain itu, MX3D berkerjasama dengan The Alan Turing Institute dan Arup menambah sensor berat untuk mengoptimalkan daya dukung jembatan. Sensor tersebut juga bisa merekam ketegangan, rotasi, beban, perpindahan dan getaran. Data tersebut menunjukkan berapa banyak orang yang menyeberangi jembatan beserta kecepatan, integritas struktural dan lingkungan sekitarnya.

Rencana pembuatan jembatan tersebut telah diusulkan sejak 2015, namun baru terealisasi sekarang setelah pemerintah kota meluluskan izinnya. Proyek jembatan tersebut dipamerkan dalam Dutch Design Week di Eindhoven yang berlangsung pada 20 hingga 28 Oktober lalu.  

"Selama tiga tahun terakhir, kami telah menciptakan teknologi yang dibutuhkan untuk rencana ini, tetapi kami belum mendapatkan izin dari pemerintah Amsterdam," ucap perwakilan The Alan Turing Institute.

Akhirnya, perusahaan tersebut memutuskan untuk menyelesaikan proyek pembangunan jembatan penyeberangan bagi pejalan kaki terlebih dahulu. Padahal rencana awalnya adalah melakukan konstruksi jembatan langsung di tempatnya.

"Karena beberapa pertimbangan terhadap keselamatan, hal ini pun urung dilakukan. Kami memiliki visi ke depannya robot mampu membangun infrastruktur 3D secara otomatis dalam lingkungan kita," ujar MX3D.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id