"Kami telah menghadapi penundaan, dalam sebuah proyek besar selalu ada penundaan. Saya berharap bisa mengejar tenggat waktu," kata chief executive of developer Jeddah Economic Company (JEC), Mounib Hammoud seperti dikutip dari Dezeen, Selasa (13/3/2018).
Pekerjaan konstruksi Jeddah Tower telah dimulai pada 2013. Tapi akhir tahun lalu Pangeran Arab Saudi Al-Waleed bin Talal dan Bakr Bin Laden yang merupakan investor utamanya terseret dalam operasi antikorupsi oleh Kerajaan Arab Saudi sehingga pekerjaan pun dihentikan.
Penundaan selama hampir lima bulan ini menurut Hisham Jomah juga untuk menyesuaikan desain dan strategi pembangunan dengan kondisi lapangan. "Antara teori dan aplikasinya, apa yang telah dirancang dan apa yang terjadi di lokasi kadang berbeda," ujarnya.

Laporan terakhir menyebut, konstruksi pembangunan gedung hingga saat ini sudah mencapai lantai ke 63. Struktur inti beton dan cladding pada bagian dalam diperkirakan rampung pada 2019. Ketika bangunan selesai pada 2020, Jeddah Tower yang tingginya 1.000 meter akan melampaui Burj Khalifa Dubai yang 'hanya' 828 meter.
Bangunan pencakar langit ini akan terdiri dari hotel, perkantoran dan apartemen di sekitarnya. Tentu semuanya super mewah. Untuk penghuninya disediakan lift super cepat hingga ketinggian 660 meter. Bagi yang ingin ke puncak gedung, ada lift khusus yang ngebut dengan kecepatan hingga 20 km/jam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News